Puluhan Penumpang dari Luar Negeri Terdeteksi Reaktif Covid-19 di Bandara Soetta
Minggu, 17 Mei 2020 - 18:30 WIB
loading...
Penumpang dari luar negeri di Bandara Soetta banyak tang terdeteksi reaktif Covid-19.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A
A
A
TANGERANG - Penyebaran wabah Covid-19 dari luar negeri ke Indonesia, sepertinya tidak bisa dibendung selama penerbangan penumpang dari luar negeri terus dibuka. Jumlah penumpang dari luar negeri yang berstatus reaktif pun angkanya terus mengalami kenaikan hingga 40 orang.
Berdasarkan data Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, penumpang yang datang dari luar negeri bisa mencapai antara 600-1.000 orang per hari. Rata-rata, di antara penumpang itu ada yang berstatus reaktif atau Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Jumlah penumpang dari luar negeri yang berstatus reaktif pun angkanya terus mengalami kenaikan hingga 40 orang lebih.
Untuk penerbangan penumpang tujuan domestik atau dalam negeri rata-rata lebih aman, karena telah dilengkapi surat bebas Covid-19.
Ketua KKP Kelas 1 Bandara Soetta, Anas Maruf mengatakan, penerbangan luar negeri tidak pernah ditutup dan setiap harinya selalu ada. Berbeda dengan penerbangan domestik yang dilakukan pembatasan penumpang.
"Harus dibedakan, penerbangan luar dan dalam negeri, yang luar negeri tidak ada buka tutup. Hanya dalam negeri yang diatur. Kalau dari luar negeri tidak pengaruh, tiap hari ada," kata Anas kepada SINDOnews pada Minggu (17/5/2020). (Baca: 2.217 Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Isolasi Mandiri di Rumah)
Dijelaskan dia, sejak gelombang kedatangan penumpang dari luar negeri di Bandara Soetta hingga saat ini jumlah penumpang yang reaktif Covid-19 angkanya terus naik. Namun, bukan berarti penumpang domestik selalu aman. Banyak juga yang terpaksa dipulangkan, karena surat keterangan sehatnya telah kedaluwarsa atau tidak valid.
Berdasarkan data Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, penumpang yang datang dari luar negeri bisa mencapai antara 600-1.000 orang per hari. Rata-rata, di antara penumpang itu ada yang berstatus reaktif atau Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Jumlah penumpang dari luar negeri yang berstatus reaktif pun angkanya terus mengalami kenaikan hingga 40 orang lebih.
Untuk penerbangan penumpang tujuan domestik atau dalam negeri rata-rata lebih aman, karena telah dilengkapi surat bebas Covid-19.
Ketua KKP Kelas 1 Bandara Soetta, Anas Maruf mengatakan, penerbangan luar negeri tidak pernah ditutup dan setiap harinya selalu ada. Berbeda dengan penerbangan domestik yang dilakukan pembatasan penumpang.
"Harus dibedakan, penerbangan luar dan dalam negeri, yang luar negeri tidak ada buka tutup. Hanya dalam negeri yang diatur. Kalau dari luar negeri tidak pengaruh, tiap hari ada," kata Anas kepada SINDOnews pada Minggu (17/5/2020). (Baca: 2.217 Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Isolasi Mandiri di Rumah)
Dijelaskan dia, sejak gelombang kedatangan penumpang dari luar negeri di Bandara Soetta hingga saat ini jumlah penumpang yang reaktif Covid-19 angkanya terus naik. Namun, bukan berarti penumpang domestik selalu aman. Banyak juga yang terpaksa dipulangkan, karena surat keterangan sehatnya telah kedaluwarsa atau tidak valid.
Lihat Juga :