Kisah Kampung Mati Tarikolot Majalengka, Sunyi Usai Ditinggal Boyongan

Rabu, 10 Februari 2021 - 22:45 WIB
loading...
A A A
"Mau liat-liat desa mati yang lagi viral ya A?" tanya salah seorang ibu, yang kemudian diketahui bernama Wanci, dengan intonasi dan bahasa tubuh yang cukup ramah.
Kisah Kampung Mati Tarikolot Majalengka, Sunyi Usai Ditinggal Boyongan

Wanci bersama suaminya, Iteung saat itu sedang berbincang dengan tetangganya. Saat didekati, Wanci dengan ramah mempersilakan untuk duduk. Obrolan ringan khas pedesaan, jadi pembuka saat MNC Portal Indonesia bertamu.

Di sela-sela obrolan, Wanci menerangkan bahwa, ketika siang hari, kampungnya masih cukup ramai aktivitas warga. Ya, warga yang saat ini direlokasi ke Buahlega, yang memang masih memiliki tanah di kampung itu.

"Kalau siang sampai sore, ya kesini. Apalagi lagi panen. Ya sebenarnya kalau siang mah rame, banyak orang. Malam juga, suka ada yang nginep. Kami juga dari kemarin nginep di sini," kata Wanci, yang mengaku memiliki rumah juga di Buahlega, kampung baru mereka setelah direlokasi.

Apa yang dikatakan Wanci bahwa kampung itu masih ramai aktivitas saat siang hari, cukup bisa diterima. Di sela-sela perbincangan, kerap terdengar suara mesin motor wira wiri. Motor-motor itu dipastikan melaju di dalam kampung tersebut.

Tidak hanya itu. Di sela-sela suara mesin motor, ada seorang ibu yang tiba-tiba datang membawa beberapa kantong kerupuk dan gorengan. Ya, si ibu yang datang itu adalah seorang pedagang.

"Tuh kan ada yang dagang. Ya ibu juga di sini nyediain (dagang) Mie, ada kopi. Karena kalau sore, abis dari sawah ada yang minta Mie," ungkap dia.

Aktivitas dagang Wanci memang tidak seperti halnya berdagangan di daerah lain. Tidak ada meja untuk menjajakan barang dagangnnya. Wanci menyimpan barang-barang dagangannya di dalam rumah. Ketika ada yang minta mie atau kopi, dia tinggal meraciknya di dapur rumahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketua DPKLTS Dorong...
Ketua DPKLTS Dorong Pemulihan Hutan dan DAS demi Tekan Risiko Bencana di Jabar
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Aceh Terus Dipercepat, Layanan Publik di 10 Wilayah Kembali Normal
Sapa dan Bantu Korban...
Sapa dan Bantu Korban Tanah Bergerak di Tegal, Rustini Muhaimin Dorong Tempat Huntara
Data Terkini Pengungsi...
Data Terkini Pengungsi Bencana Sumatera, 12.994 Orang Masih Tinggal di Tenda
29 Desa Hilang Diterjang...
29 Desa Hilang Diterjang Bencana Sumatera, Paling Banyak di Aceh
Pemerintah Gelontorkan...
Pemerintah Gelontorkan Rp369,5 M Dana Perbaikan Rumah untuk Penyintas Bencana Sumatera
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Tangki Bahan Kimia Bocor...
Tangki Bahan Kimia Bocor di California, 40.000 Warga Terpaksa Mengungsi
Membangun Kesadaran...
Membangun Kesadaran Siaga Bencana Sejak Bangku Sekolah Dasar
Rekomendasi
Megah di Panggung, Sepi...
Megah di Panggung, Sepi di Tribun: Potret Pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Berita Terkini
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved