Virus Corona Mewabah, Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa di Jabar Meningkat
Jum'at, 17 April 2020 - 18:55 WIB
loading...
A
A
A
Seluruh petugas kesehatan atau petugas non-kesehatan seperti contohnya satpam, telah diberikan alat pelindung diri serta penerapan sosial distancing, kepada mereka yang berkunjung ke RSJ.
"Sementara, untuk skrining Covid terhadap para pasien ODGJ, kami menyediakan ruang khusus, melaksanakan SOP Covid untuk pasien ODP, PDP, atau OTG," kata Yuni.
Sementara itu, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar, mencatat puluhan ribu pekerja di Jabar terkena kebijakan dirumahkan dan PHK akibat mewabahnya virus Corona.
"Dari hasil pendataan, tercatat 340 perusahaan yang melaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 11.260 pekerja," kata Kadisnakertrans Jabar M Ade Afriandi.
Pemutusan hubungan kerja itu paling banyak terjadi di wilayah II Jabar yang meliputi Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Karawang, Subang, dan Purwakarta. "Total di wilayah dua ini mencapai 5.800 yang di putus hubungan kerjanya," ujar dia.
"Sementara, untuk skrining Covid terhadap para pasien ODGJ, kami menyediakan ruang khusus, melaksanakan SOP Covid untuk pasien ODP, PDP, atau OTG," kata Yuni.
Sementara itu, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar, mencatat puluhan ribu pekerja di Jabar terkena kebijakan dirumahkan dan PHK akibat mewabahnya virus Corona.
"Dari hasil pendataan, tercatat 340 perusahaan yang melaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 11.260 pekerja," kata Kadisnakertrans Jabar M Ade Afriandi.
Pemutusan hubungan kerja itu paling banyak terjadi di wilayah II Jabar yang meliputi Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Karawang, Subang, dan Purwakarta. "Total di wilayah dua ini mencapai 5.800 yang di putus hubungan kerjanya," ujar dia.
(awd)
Lihat Juga :