Peringatan HPN Tahun 2021, PWI Aceh Anugerahkan Nova Iriansyah Sebagai Pemimpin Inovatif dan Peduli Pers
Rabu, 10 Februari 2021 - 10:09 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, lanjut Nova, insan pers dituntut untuk mampu bersinergi dengan pemerintah dan rakyat sesuai hukum dan etika pers. Setiap informasi yang disampaikan haruslah kontrukstif, akurat, berimbang dan tidak mengandung fitnah serta mematuhi kode etik jurnalistik Indonesia.
Gubernur mengungkapkan, sepanjang sejarah Aceh, para wartawan telah menunjukkan kiprahnya dalam mengawal jalannya politik, demokrasi dan pembangunan. Insan pers selalu menjadi mitra dan mendukung Pemerintah Aceh dalam memberikan informasi kepada seluruh masyarakat. “Kerja-kerja ini terus dilakukan pers di Aceh dan Indonesia secara umum, menjalankan berbagai fungsinya sebagai pilar keempat demokrasi,” imbuh Gubernur.
HPN di Tengah Pandemi Peringatan
Berbeda dengan peringatan sebelumnya, peringatan HPN dan Malam Anugerah PWI Aceh ini berangsung kala Indonesia dan dunia masih diuji dengan pandemi Covid-19, yang telah memaksa semua masyarakat menghadapi berbagai kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, hingga berdampak pada kehidupan sosial, budaya, pendidikan dan ekonomi masyarakat.
Gubernur juga menjelaskan berbagai kebijakan yang telah dilahirkan oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Aceh dalam menghadapi pandemi. “Dengan berbagai program dan upaya intervensi, perlahan tapi pasti kondisi di Aceh, mulai membaik, angka penularan mulai turun dan ekonomi masyarakat mulai bangkit. Tetapi, kita semua tetap harus waspada karena pandemi Corona belum selesai. Tantangan ini menjadi tema bersama peringatan ‘Hari Pers Nasional’ secara umum, yaitu ‘Bangkit Dari Pandemi, Pers Sebagai Akselerator Perubahan’” ujar Gubernur berpesan.
Nova juga berharap, agar peringatan HPN tahun ini harus menjadi momentum bagi insan pers, untuk mengawal dan membantu pemerintah dalam usaha memutus mata rantai penyebaran Virus Corona. Insan pers harus menjadi akselerator perubahan, dengan terus-menerus memberikan edukasi dan informasi kepada seluruh masyarakat, agar patuh pada segala kebijakan untuk melawan pandemi.
Gubernur mengungkapkan, sepanjang sejarah Aceh, para wartawan telah menunjukkan kiprahnya dalam mengawal jalannya politik, demokrasi dan pembangunan. Insan pers selalu menjadi mitra dan mendukung Pemerintah Aceh dalam memberikan informasi kepada seluruh masyarakat. “Kerja-kerja ini terus dilakukan pers di Aceh dan Indonesia secara umum, menjalankan berbagai fungsinya sebagai pilar keempat demokrasi,” imbuh Gubernur.
HPN di Tengah Pandemi Peringatan
Berbeda dengan peringatan sebelumnya, peringatan HPN dan Malam Anugerah PWI Aceh ini berangsung kala Indonesia dan dunia masih diuji dengan pandemi Covid-19, yang telah memaksa semua masyarakat menghadapi berbagai kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, hingga berdampak pada kehidupan sosial, budaya, pendidikan dan ekonomi masyarakat.
Gubernur juga menjelaskan berbagai kebijakan yang telah dilahirkan oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Aceh dalam menghadapi pandemi. “Dengan berbagai program dan upaya intervensi, perlahan tapi pasti kondisi di Aceh, mulai membaik, angka penularan mulai turun dan ekonomi masyarakat mulai bangkit. Tetapi, kita semua tetap harus waspada karena pandemi Corona belum selesai. Tantangan ini menjadi tema bersama peringatan ‘Hari Pers Nasional’ secara umum, yaitu ‘Bangkit Dari Pandemi, Pers Sebagai Akselerator Perubahan’” ujar Gubernur berpesan.
Nova juga berharap, agar peringatan HPN tahun ini harus menjadi momentum bagi insan pers, untuk mengawal dan membantu pemerintah dalam usaha memutus mata rantai penyebaran Virus Corona. Insan pers harus menjadi akselerator perubahan, dengan terus-menerus memberikan edukasi dan informasi kepada seluruh masyarakat, agar patuh pada segala kebijakan untuk melawan pandemi.
Lihat Juga :