Tebing Sungai Setinggi 40 Meter Longsor, 9 Rumah Warga Terancam Hanyut
Selasa, 09 Februari 2021 - 17:42 WIB
loading...
Tebing setinggi 40 meter di Dusun Ketangi, Ngembeh, Delanggu, Kabupaten Mojokerto yang longsor akibat tergerus aliran sungai. Foto/SINDOnews/Tritus Julan.
A
A
A
MOJOKERTO - Tebing setinggi 40 meter di bibir sungai Dusun Ketangi, Desa Ngembeh, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Mojokerto longsor. Akibatnya 9 rumah warga di sekitar sungai terancam hanyut.
Baca juga: Celana Tertinggal di TKP, Pembunuh Santi Terapis Pijat di Mojokerto Kabur Telanjang
Suwandi, 64, warga sekitar mengungkapkan, longsor terjadi sekira pukul 18.00 WIB. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah sungai yang tak jauh dari rumahnya. Bahkan longsor membuat tembok rumahnya retak. "Saya kira lindu (gempa). Setelah di cek ternyata tebingnya longsor," tutur Suwandi Selasa (9/2/2021).
Baca juga: Rawan Longsor, Rekahan Tanah di Rembang Sementara Ditutup Terpal
Longsornya tebing di bibir sungai itu disebabkan karena tergerus derasnya aliran sungai. Terlebih selama dua bulan ini, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Hingga membuat debit air sungai meningkat drastis.
![Tebing Sungai Setinggi 40 Meter Longsor, 9 Rumah Warga Terancam Hanyut]()
"(Tembok) tetangga depan itu juga retak. Rumah ini kalau malam kosong, saya ngungsi ke rumah anak saya di depan, ya takut nanti kalau ada longsor susulan," imbuh Suwandi.
Longsor di bibir sungai di Desa Ngembeh tak hanya mengancam keberadaan rumah Suwandi. Namun juga rumah warga lain yang ada di RT 1/RW 1 Dusun Ketangi, Desa Ngembeh, Kecamatan Delanggu. Lantaran longsor tidak hanya terjadi di satu titik.
Baca juga: Celana Tertinggal di TKP, Pembunuh Santi Terapis Pijat di Mojokerto Kabur Telanjang
Suwandi, 64, warga sekitar mengungkapkan, longsor terjadi sekira pukul 18.00 WIB. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah sungai yang tak jauh dari rumahnya. Bahkan longsor membuat tembok rumahnya retak. "Saya kira lindu (gempa). Setelah di cek ternyata tebingnya longsor," tutur Suwandi Selasa (9/2/2021).
Baca juga: Rawan Longsor, Rekahan Tanah di Rembang Sementara Ditutup Terpal
Longsornya tebing di bibir sungai itu disebabkan karena tergerus derasnya aliran sungai. Terlebih selama dua bulan ini, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Hingga membuat debit air sungai meningkat drastis.

"(Tembok) tetangga depan itu juga retak. Rumah ini kalau malam kosong, saya ngungsi ke rumah anak saya di depan, ya takut nanti kalau ada longsor susulan," imbuh Suwandi.
Longsor di bibir sungai di Desa Ngembeh tak hanya mengancam keberadaan rumah Suwandi. Namun juga rumah warga lain yang ada di RT 1/RW 1 Dusun Ketangi, Desa Ngembeh, Kecamatan Delanggu. Lantaran longsor tidak hanya terjadi di satu titik.
Lihat Juga :