Dramatis, Dalam Kondisi Dirantai Ratusan Napi Dievakuasi Akibat Sel Tahanannya Kebanjiran

Senin, 08 Februari 2021 - 20:14 WIB
loading...
Dramatis, Dalam Kondisi...
Sebanyak 150 napi di Lapas Kelas II A pekalongan, dievakuasi akibat banjir yang merendam sel tahanan mereka. Foto/iNews TV/Suryono Sukarno
A A A
PEKALONGAN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pekalongan, terendam banjir . Seluruh lokasi mulai dari halaman, selasar, ruang sel tahanan, juga kantor administrasi terendam banjir setinggi 40-50 cm.

Baca juga: Banjir Rendam Jakarta, 1.029 Warga Jaksel dan Jaktim Mengungsi

Kondisi ini memaksa pihak Lapas Kelas II A Pekalongan, mengevakuasi sebanyak 150 narapidana (napi) . Mereka dievakuasi ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II A Pekalongan, dan Rutan Kelas II B Batang, Senin (8/2/2021).

Evakuasi dilakukan karena hampir semua blok kamar hunian napi terendam banjir . Para napi dievakuasi dengan kondisi dirantai. Mereka keluar dari sel tahanan, dan dibawa kendaraan tahanan dalam kelompok-kelompok kecil.



Kepala Lapas Kelas II A Pekalongan, Agus Heryanto menyebutkan, evakuasi dilakukan karena air banjir yang masuk ke dalam Lapas Kelas II A Pekalongan, sudah melebihi ambang batas. Selain itu, hampir semua ruangan terendam banjir .

"Banjir merendam hampir seluruh blok, sekitar 95 persen. Jika air sudah masuk ke kamar hunian dan tempat tidur napi, maka napi kita evakuasi sementara ke tempat lebih aman," katanya.

Baca juga: Gugat Ayah Kandungnya yang Sudah Renta Rp3 M, Kini Deden Urus Sendiri Upaya Perdamaian

Proses evakuasi dilakukan bertahap hingga beberapa gelombang. Evakuasi dilakukan, tiap gelombang dilakukan terhadap 25 orang napi, menggunakan satu unit bus Transpas Lapas Kelas II A Pekalongan.

"Teknisnya evakuasi, kita juga sudah koordinasi dengan kepolisian. Kita lakukan bertahap, setiap tahap ada 25 orang. Kita prioritaskan untuk yang rentan, misalnya napi lansia . Pertama kita evakuasi 100 orang ke Rutan Pekalongan. Setelah itu kita evakuasi lagi 50 orang ke Rutan Batang," tuturnya.

Baca juga: Janda Sidoarjo Dibacok Kekasihnya Saat Berhubungan Seks dengan Pria Lain, JP: Saya Terlalu Cinta

Agus menambahkan, proses evakuasi akan terus dilakukan, melihat perkembangan situasi. Saat ini, jumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau napi penghuni Lapas Kelas II A Pekalongan sebanyak 248 orang.

Dengan dievakuasinya 150 orang napi , maka saat ini tersisa 98 orang di Lapas Kelas II A Pekalongan. "Tidak menutup kemungkinan yang akan kita evakuasi bertambah. Akan kita evakuasi ke lapas dan rutan terdekat," imbuhnya.

Dramatis, Dalam Kondisi Dirantai Ratusan Napi Dievakuasi Akibat Sel Tahanannya Kebanjiran


Diungkapkan Agus Heryanto, kondisi Lapas Kelas II A Pekalongan, saat ini memang sudah tidak layak karena sering terendam banjir . Satu-satunya solusi yakni merelokasi Lapas Kelas II A Pekalongan ke lokasi lain yang lebih aman dan layak. Misalnya saja ke Kajen, sebagaimana yang telah direncanakan.

Hanya saja, rencana relokasi Lapas Kelas II A Pekalongan , yang sebelumnya diharapkan mulai dilakukan sejak 2020 lalu, sementara ini tertunda karena adanya pandemi COVID-19. Baca juga: Komplotan Ini Setiap Bulan Gasak 2 Mobil, 1 Gembongnya Tewas Ditembak

Anggaran untuk relokasi lapas pun sementara dialihkan atau 'refocusing' oleh pemerintah pusat untuk penanganan COVID-19. "Solusinya ya Lapas Kelas II A Pekalongan, harus segera direlokasi. Semoga rencana relokasi lapas ini bisa segera direalisasikan," ujarnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pimpinan Padepokan Padang...
Pimpinan Padepokan Padang Ati Diciduk Polisi terkait Kasus Pencabulan, 350 Santri Dipulangkan
3.517 Warga Terdampak...
3.517 Warga Terdampak Banjir di Kota Kendari, 2 Orang Meninggal Dunia
Banjir Rendam Kebon...
Banjir Rendam Kebon Pala Jaktim, 246 Warga Terdampak
Banjir Hampir 2 Meter...
Banjir Hampir 2 Meter di Kebon Pala Jaktim karena Kiriman Air dari Hulu
Napi Korupsi Melipir...
Napi Korupsi Melipir ke Coffee Shop, Ditjenpas Buka Suara
Kaposwil Safrizal: 480...
Kaposwil Safrizal: 480 Lokasi Terdampak Lumpur Banjir di Aceh Sudah Dibersihkan
KPK Sita Rumah Bupati...
KPK Sita Rumah Bupati Pekalongan Fadia Arafiq di Semarang
Tangki Bahan Kimia Bocor...
Tangki Bahan Kimia Bocor di California, 40.000 Warga Terpaksa Mengungsi
Evakuasi Penumpang KRL...
Evakuasi Penumpang KRL Terjepit, Basarnas Potong Gerbong Kereta
Rekomendasi
Siomay hingga Bakso...
Siomay hingga Bakso Ternyata Tinggi Garam, Menkes Ingatkan Risiko Hipertensi
Tips MotionTrade: Modus...
Tips MotionTrade: Modus Penipuan Berkedok Customer Service, Investor Wajib Waspada!
UU Polri Baru Dinilai...
UU Polri Baru Dinilai Perkuat Transformasi Polri dan Dukung Asta Cita
Berita Terkini
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved