Monumen Sangkur Komando Segera Dibangun di Puncak Gunung Geopark Pongkor
Jum'at, 05 Februari 2021 - 15:30 WIB
loading...
Salah satu sudut kawasan Geopark Pongkor di Kabupaten Bogor. Foto/Dok
A
A
A
BANDUNG - Sebuah monumen berbentuk sangkur komando bakal segera dibangun di Puncak Lalana, Gunung Karst, Ciampea, Kabupaten Bogor.
Kehadiran monumen fenomenal tersebut diharapkan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang hendak menikmati keindahan alam sekitar monumen yang merupakan bagian dari Geopark Pongkor.
Kepala Dinas Pariwisata Jawa Barat, Dedi Taufik menyatakan, pihaknya mendukung rencana pembangunan Monumen Sangkur Komando di kawasan geopark yang juga dikenal sebagai wilayah pertambangan itu.
Dedi mengaku, telah melakukan pembahasan teknis terkait pembangunan monumen bersama Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Mohammad Hasan, Kamis (4/2/2021) kemarin.
"(wilayah) Ciampea ini bagian dari kawasan Geopark Pongkor seluas 131.000 hektare dan memiliki keindahan alam yang potensial," ujar Dedi di Bandung, Jumat (5/2/2021).
Meski demikian, kata Dedi, ada beberapa catatan yang harus dikolaborasikan dan dirancang, agar kehadiran monumen tidak mengganggu bebatuan di Puncak Lalana yang umurnya diperkirakan sudah jutaan tahun.
Baca juga: Catatan Ekonomi Jabar 2020, BPS Sebut Diwarnai PHK Massal hingga Penurunan Wisman
Kehadiran monumen fenomenal tersebut diharapkan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang hendak menikmati keindahan alam sekitar monumen yang merupakan bagian dari Geopark Pongkor.
Kepala Dinas Pariwisata Jawa Barat, Dedi Taufik menyatakan, pihaknya mendukung rencana pembangunan Monumen Sangkur Komando di kawasan geopark yang juga dikenal sebagai wilayah pertambangan itu.
Dedi mengaku, telah melakukan pembahasan teknis terkait pembangunan monumen bersama Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Mohammad Hasan, Kamis (4/2/2021) kemarin.
"(wilayah) Ciampea ini bagian dari kawasan Geopark Pongkor seluas 131.000 hektare dan memiliki keindahan alam yang potensial," ujar Dedi di Bandung, Jumat (5/2/2021).
Meski demikian, kata Dedi, ada beberapa catatan yang harus dikolaborasikan dan dirancang, agar kehadiran monumen tidak mengganggu bebatuan di Puncak Lalana yang umurnya diperkirakan sudah jutaan tahun.
Baca juga: Catatan Ekonomi Jabar 2020, BPS Sebut Diwarnai PHK Massal hingga Penurunan Wisman
Lihat Juga :