Kematian Bayi Saat Pandemi COVID-19 di Cimahi 69 Kasus, Kebanyakan Asfiksia
Jum'at, 05 Februari 2021 - 07:42 WIB
loading...
A
A
A
"Kami berharap di 2021 angka kematian ibu dan bayi bisa turun. Dikarenakan masih pandemi COVID-19, maka kami terus ingatkan disiplin protokol kesehatan agar ibu hamil tidak sampai terpapar," tuturnya.
Baca juga: Tangis Pecah Saat Empat Jenazah Sekeluarga Korban Pembunuhan Rembang Dimakamkan
Upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian pada ibu dan bayi, kata Indah, seperti dengan mengembangkan program 1.000 hari pertama kehidupan. Serta peningkatan pelayanan Puskesmas melalui program kelas ibu hamil, kelas ibu balita, dan kunjungan rumah ibu hamil risiko tinggi.
"Ibu hamil harus lebih hati-hati, jaga kondisi ibu dan bayinya agar tetap sehat. Jika ibu hamil tertular COVId-19, efeknya bisa berbahaya bagi ibu dan bayi yang dikandung," tuturnya.
Sementara bagi pasangan suami istri yang belum hamil, pihaknya menyarankan buntuk menunda kehamilan ditengah pandemi COVID-19. "Jika hamil metabolisme dan kebutuhan nutrisi akan meningkat, sehingga kalau ada gangguan dari luar kondisinya imun tubuhnya akan menurun," pungkasnya
Baca juga: Tangis Pecah Saat Empat Jenazah Sekeluarga Korban Pembunuhan Rembang Dimakamkan
Upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian pada ibu dan bayi, kata Indah, seperti dengan mengembangkan program 1.000 hari pertama kehidupan. Serta peningkatan pelayanan Puskesmas melalui program kelas ibu hamil, kelas ibu balita, dan kunjungan rumah ibu hamil risiko tinggi.
"Ibu hamil harus lebih hati-hati, jaga kondisi ibu dan bayinya agar tetap sehat. Jika ibu hamil tertular COVId-19, efeknya bisa berbahaya bagi ibu dan bayi yang dikandung," tuturnya.
Sementara bagi pasangan suami istri yang belum hamil, pihaknya menyarankan buntuk menunda kehamilan ditengah pandemi COVID-19. "Jika hamil metabolisme dan kebutuhan nutrisi akan meningkat, sehingga kalau ada gangguan dari luar kondisinya imun tubuhnya akan menurun," pungkasnya
(msd)
Lihat Juga :