Pemkot Cimahi Sukses Kurangi Sampah Harian Sebanyak 30 Ton
Selasa, 16 September 2025 - 15:43 WIB
loading...
Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi berhasil mengurangi sampah harian sebesar 30 ton. Foto/istimewa
A
A
A
CIMAHI - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi berhasil mengurangi sampah harian sebesar 30 ton. Hal ini merupakan komitmen dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dengan menerapkan strategi berlapis mulai dari edukasi komunitas, penegakan kebijakan, serta penyediaan fasilitas pengolahan yang memadai, upaya tersebut menunjukkan hasil signifikan.
Timbulan sampah harian yang semula mencapai 120 ton kini berhasil ditekan menjadi 90 ton. Penurunan ini bukan semata hasil intervensi teknis, tetapi buah dari pendekatan dua arah. Di satu sisi, kesadaran masyarakat dibangun secara konsisten melalui sosialisasi, kampanye pilah sampah dari rumah, dan pemberdayaan komunitas lokal. Di sisi lain, pemerintah memperkuat sarana pengolahan sampah.
Baca juga: Pemerintah Bakal Wajibkan PLN Beli Listrik dari Sampah
Kota Cimahi juga menerapkan kebijakan penjadwalan pengangkutan sampah yang efektif, sehingga warga terdorong untuk memilah sampah dari sumber. Dengan jadwal angkut tertentu untuk sampah organik dan anorganik, beban TPA dapat dikurangi secara signifikan. Kebijakan ini tidak hanya mengoptimalkan operasional, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan baru di masyarakat.
Jauh sebelum sampah sampai ke TPA, sejumlah warga Cimahi sudah mulai mengelola sampahnya secara mandiri di tingkat komunitas. Di RT03/10, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, warga tak hanya diajak memilah, tetapi juga memproses sebagian sampahnya langsung di lingkungan tempat tinggal.
Dengan menerapkan strategi berlapis mulai dari edukasi komunitas, penegakan kebijakan, serta penyediaan fasilitas pengolahan yang memadai, upaya tersebut menunjukkan hasil signifikan.
Timbulan sampah harian yang semula mencapai 120 ton kini berhasil ditekan menjadi 90 ton. Penurunan ini bukan semata hasil intervensi teknis, tetapi buah dari pendekatan dua arah. Di satu sisi, kesadaran masyarakat dibangun secara konsisten melalui sosialisasi, kampanye pilah sampah dari rumah, dan pemberdayaan komunitas lokal. Di sisi lain, pemerintah memperkuat sarana pengolahan sampah.
Baca juga: Pemerintah Bakal Wajibkan PLN Beli Listrik dari Sampah
Kota Cimahi juga menerapkan kebijakan penjadwalan pengangkutan sampah yang efektif, sehingga warga terdorong untuk memilah sampah dari sumber. Dengan jadwal angkut tertentu untuk sampah organik dan anorganik, beban TPA dapat dikurangi secara signifikan. Kebijakan ini tidak hanya mengoptimalkan operasional, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan baru di masyarakat.
Jauh sebelum sampah sampai ke TPA, sejumlah warga Cimahi sudah mulai mengelola sampahnya secara mandiri di tingkat komunitas. Di RT03/10, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, warga tak hanya diajak memilah, tetapi juga memproses sebagian sampahnya langsung di lingkungan tempat tinggal.
Lihat Juga :