Anggaran Tunjangan Kinerja Rendah, Tenaga Kesehatan di Bima Mogok

Rabu, 03 Februari 2021 - 16:49 WIB
loading...
Anggaran Tunjangan Kinerja...
Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, akhirnya mogok kerja buntut dari Tunjangan Kinerja (Tukin) yang selama ini sangat rendah dibanding risiko yang harus diterima. iNews TV/Edy
A A A
BIMA - Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, akhirnya mogok kerja buntut dari Tunjangan Kinerja (Tukin) yang selama ini sangat rendah dibanding risiko yang harus diterima.

Kekesalan para Nakes tersebut disampaikannya lewat spanduk tertulis “Pelayanan Puskesmas Untuk Sementara Ditutup, NAKES MOGOK , Semua Pelayanan Kesehatan Dialihkan ke Dinas Kesehatan Kota Bima”.

Mogok kerja para Nakes tersebut hingga kini menjadi misteri. Namun dari tulisan pada spanduk yang terpampang di sejumlah Puskesmas di Kota Bima, diduga para Nakes kesal dengan ulah Kepala Dinas Kesehatan yang tak mau berjuang penuh untuk menaikan Tunjangan Kinerja para Nakes.

“Kemungkinan karena Tukin untuk Puskesmas hanya 30 persen, sementara OPD lainnya lebih tinggi dari itu. Makanya muncul spanduk mogok kerja itu,”kata Kepala Puskesmas Mpunda, Nurahdiah, saat dikonfirmasi Rabu (03/02/2021).

Meski sejumlah pihak mengarah dugaannya pada minimnya tunjangan kerja, namun belum ada yang tahu persis penyebab mogok kerja yang dilakukan para Nakes secara serentak.

"Saya belum tahu jelas siapa yang pasang spanduk tersebut, mungkin saja itu kerjaannya staf puskesmas. Dan saya tidak pernah memerintahkan pasang spanduk, karena di Puskesmas Mpunda sendiri sedang ditutup karena ada beberapa nakes yang terpapar COVID-19," tegasnya. Baca: Michaela Elsiana Paruntu Datangi DPRD Sulut, Ini Penampakannya.

Diketahui, bahwa spanduk mogok kerja telah terpasang sejak tengah malam hingga pada Rabu (03/02/2021) pagi langsung ditertibkan oleh petugas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, Azhari membenarkan, spanduk mogok kerja terpasang di sejumlah puskesmas tersebut terkait masalah Tukin.

Menurutnya, Tukin ini berkaitan langsung dengah Sistem Informasi Pendapatan Daerah (SIPD), sesuai regulasi baru yang sedang disosialisasikan dan wajar jika ada kurang dan lebihnya. “Ini kurang jelinya Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melihat regulasi baru khususnya untuk para Nakes,” ujarnya. Baca Juga: Jalani Isolasi 14 Hari, Bupati Sleman Dinyatakan Sembuh COVID-19

Seharusnya, lanjut Azhari, mestinya para Nakes bisa bersabar, karena pihaknya sedang menunggu solusi. Dan solusi lain yang disepakati minimal mengurangi beban Nakes dengan menaikan jasa kapitasi.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Banjir Kepung 3 Daerah...
Banjir Kepung 3 Daerah di NTB: 1 Warga Meninggal, 2.000 Lebih KK Terdampak
Banjir Terjang Lombok...
Banjir Terjang Lombok Barat dan Bima, Lebih 1.500 Warga Terdampak
Aksi Kakanwil Kemenag...
Aksi Kakanwil Kemenag NTB Lempar Gagang Mikrofon saat Pelantikan Tuai Kecaman
Peduli Kebutuhan Warga...
Peduli Kebutuhan Warga Manggarai Barat NTT, Legislator Partai Perindo Turun Tangan Bangun Akses Jalan Masjid Al Huda
Mataram Membara, Massa...
Mataram Membara, Massa Bakar Gedung DPRD NTB
Ratusan Tenaga Kesehatan...
Ratusan Tenaga Kesehatan Bersinergi, Dorong Kepercayaan Publik terhadap Imunisasi
Perindo Silaturahmi...
Perindo Silaturahmi dengan Siti Rohmi di Hari Kartini, Perkuat Konsolidasi di NTB
Kabar Baik, TPG Guru...
Kabar Baik, TPG Guru Madrasah Mulai Dicairkan Pekan Ini, Proses SKAKPT Dipercepat
Rekomendasi
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Berita Terkini
Jelang Eksekusi Hotel...
Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Spanduk Penolakan hingga Kawat Berduri Terpasang di Sekitar Lokasi
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved