Pandemi, Kinerja Ekspor Jabar Masih Cukup Moncer, Ini Angkanya
Selasa, 02 Februari 2021 - 01:00 WIB
loading...
Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A
A
A
BANDUNG - Kendati selama tahun 2020 Jawa Barat diterpa pandemi dan digadang berimbas pada sektor ekonomi, tapi ternyata, kinerja ekspor Jawa Barat selama pandemi cukup moncer.
Buktinya, kinerja ekspor selama 2020 hanya terkoreksi sekitar 11,18 persen. "Secara kumulatif, nilai ekspor Jawa Barat sepanjang tahun Januari hingga Desember 2020, mencapai USD 26,59 miliar. Tercatat terkoreksi sebesar 11,18 persen dibanding tahun 2019. Begitupun ekspor non-migas mencapai USD26,39 miliar atau menurun 11,18 persen," jelas Kepala BPS Jabar Dyah Anugrah Kuswardhani, Senin (1/2/2021).
Walaupun secara nilai turun, namun volume ekspor pada tahun 2020 ternyata mengalami kenaikan sebesar 4,45 persen dibanding tahun 2019. Volume Non Migas naik sebesar 2,92 persen, dan volume Migas naik sekitar 26,47 persen.
"Kenaikan volume ekspor dengan diiringi penurunan nilai ekspor menunjukan bahwa adanya penurunan harga barang ekspor pada Tahun 2020 dibanding Tahun 2019," jelas Dyah.
Menurut dia, turunnya kinerja ekspor disinyalir disebabkan karena pandemi Covid-19 yang melanda sepanjang tahun 2020 yang menghambat kinerja sektor ekonomi.
Buktinya, kinerja ekspor selama 2020 hanya terkoreksi sekitar 11,18 persen. "Secara kumulatif, nilai ekspor Jawa Barat sepanjang tahun Januari hingga Desember 2020, mencapai USD 26,59 miliar. Tercatat terkoreksi sebesar 11,18 persen dibanding tahun 2019. Begitupun ekspor non-migas mencapai USD26,39 miliar atau menurun 11,18 persen," jelas Kepala BPS Jabar Dyah Anugrah Kuswardhani, Senin (1/2/2021).
Walaupun secara nilai turun, namun volume ekspor pada tahun 2020 ternyata mengalami kenaikan sebesar 4,45 persen dibanding tahun 2019. Volume Non Migas naik sebesar 2,92 persen, dan volume Migas naik sekitar 26,47 persen.
"Kenaikan volume ekspor dengan diiringi penurunan nilai ekspor menunjukan bahwa adanya penurunan harga barang ekspor pada Tahun 2020 dibanding Tahun 2019," jelas Dyah.
Menurut dia, turunnya kinerja ekspor disinyalir disebabkan karena pandemi Covid-19 yang melanda sepanjang tahun 2020 yang menghambat kinerja sektor ekonomi.
Lihat Juga :