Dugaan Perselingkuhan dan Pengrusakan Mobil Kades di Jalur Pantura Rembang Berakhir Damai
Senin, 01 Februari 2021 - 17:55 WIB
loading...
Kapolsek Kragan, Iptu Wijaya. Foto/iNews/Musyafa Musa
A
A
A
REMBANG - Kasus pengrusakan mobil oknum kepala desa (Kades) di Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, akhirnya berujung damai. Kapolsek Kragan, Iptu Wijaya menjelaskan, pihaknya sebatas memfasilitasi mediasi kedua belah pihak.
Baca juga: Bawa Istri Orang, Mobil Kades di Rembang Dirusak di Jalur Pantura
Mediasi antara pihak-pihak yang bermasalah selesai pada Minggu (31/1/2021) sekitar pukul 19.00 WIB. Hasilnya, kades mencabut laporan kasus pengrusakan mobil dan tindak kekerasan yang ia alami. Sedangkan pelaku siap memberikan ganti rugi, untuk memperbaiki mobil yang rusak.
"Salah satu pertimbangan, pelaku ini kan adik dan suami dari wanita yang di dalam mobil. Ketika mereka menyatakan berdamai , kami tidak keberatan, selama masing-masing pihak tidak ada yang merasa terpaksa atau dipaksa dan sama-sama legowo," tuturnya, Senin (1/2/2021).
Pihak kepolisian menganggap masih belum cukup bukti, jika kejadian itu disebut sebagai perselingkuhan . Ia mengimbau masyarakat untuk bisa menahan diri dan jangan mudah melampiaskan emosi dengan tindak anarkis. "Untuk mobil yang sempat diamankan ke Mapolsek, sudah kita serahkan kepada pemiliknya," imbuhnya.
Baca juga: Probolinggo Gempar, Seorang Wanita Terekam CCTV Saat dengan Santai Mencuri Pakaian
Baca juga: Bawa Istri Orang, Mobil Kades di Rembang Dirusak di Jalur Pantura
Mediasi antara pihak-pihak yang bermasalah selesai pada Minggu (31/1/2021) sekitar pukul 19.00 WIB. Hasilnya, kades mencabut laporan kasus pengrusakan mobil dan tindak kekerasan yang ia alami. Sedangkan pelaku siap memberikan ganti rugi, untuk memperbaiki mobil yang rusak.
"Salah satu pertimbangan, pelaku ini kan adik dan suami dari wanita yang di dalam mobil. Ketika mereka menyatakan berdamai , kami tidak keberatan, selama masing-masing pihak tidak ada yang merasa terpaksa atau dipaksa dan sama-sama legowo," tuturnya, Senin (1/2/2021).
Pihak kepolisian menganggap masih belum cukup bukti, jika kejadian itu disebut sebagai perselingkuhan . Ia mengimbau masyarakat untuk bisa menahan diri dan jangan mudah melampiaskan emosi dengan tindak anarkis. "Untuk mobil yang sempat diamankan ke Mapolsek, sudah kita serahkan kepada pemiliknya," imbuhnya.
Baca juga: Probolinggo Gempar, Seorang Wanita Terekam CCTV Saat dengan Santai Mencuri Pakaian
Lihat Juga :