1 Mahasiswi UNS Positif Corona, Rektor: Kondisinya Membaik
Jum'at, 17 April 2020 - 16:11 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya setiap individu yang masuk ke Kampus UNS dicek suhu tubuh untuk antisipasi penyebaran COVID-19. Selain itu, untuk tenaga kependidikan di UNS bekerja dari rumah serta dibuat piket.
Ketua Tim Medis RS UNS, Reviono menjelaskan riwayat perjalanan mahasiswi yang positif COVID-19. Mahasiswi tersebut kos di Solo. Namun karena ada saudaranya di Jakarta yang meninggal, maka yang bersangkutan pulang ke Jakarta dan kembali ke Solo.
Namun selama 2 hari di Solo, yang bersangkutan tinggal di kos dan merasakan demam serta mual. Kemudian mahasiswi tersebut memeriksakan ke dokter jaga RS UNS. Kemudian dilakukan pemeriksaan swab serta diberikan obat antivirus standar Kemenkes. "Jadi yang bersangkutan sudah paham sehingga ketika muncul gejala langsung periksa. Hal ini bisa meminimalkan penyebaran COVID-19. Kami terus memberikan pendampingan termasuk psikiater," ujar Reviono.
Juru Bicara Satgas COVID-19 RS UNS, Tonang Dwi Ardyanto menambahkan, mahasiswi tersebut ke RS UNS pada Sabtu, 4 April 2020. Sesuai standar Kemenkes, pemeriksaan swab hasilnya keluar 12 April kemarin dan hasilnya positif. "Ini sudah hari ke-13 mahasiswi kita rawat di RS UNS. Setelah ini nanti kami periksa lagi, harapannya bisa negatif. Sesuai prosedur masih ada dua kali pemeriksaan lagi jika negatif maka bisa kita pulangkan," ujar Tonang.
Pihak UNS menghimbau kepada seluruh mahasiswa yang masih di Solo supaya tidak mudik terlebih dahulu terlebih ke lokasi yang mengalami zona merah COVID-19. Bagi sivitas akademika UNS yang mengalami batuk, demam di atas 38 derajat Celsius untuk segera melapor ke Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni di fakultas, kemudian Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni di fakultas akan koordinasi dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni kemudian direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan di RS UNS.
Ketua Tim Medis RS UNS, Reviono menjelaskan riwayat perjalanan mahasiswi yang positif COVID-19. Mahasiswi tersebut kos di Solo. Namun karena ada saudaranya di Jakarta yang meninggal, maka yang bersangkutan pulang ke Jakarta dan kembali ke Solo.
Namun selama 2 hari di Solo, yang bersangkutan tinggal di kos dan merasakan demam serta mual. Kemudian mahasiswi tersebut memeriksakan ke dokter jaga RS UNS. Kemudian dilakukan pemeriksaan swab serta diberikan obat antivirus standar Kemenkes. "Jadi yang bersangkutan sudah paham sehingga ketika muncul gejala langsung periksa. Hal ini bisa meminimalkan penyebaran COVID-19. Kami terus memberikan pendampingan termasuk psikiater," ujar Reviono.
Juru Bicara Satgas COVID-19 RS UNS, Tonang Dwi Ardyanto menambahkan, mahasiswi tersebut ke RS UNS pada Sabtu, 4 April 2020. Sesuai standar Kemenkes, pemeriksaan swab hasilnya keluar 12 April kemarin dan hasilnya positif. "Ini sudah hari ke-13 mahasiswi kita rawat di RS UNS. Setelah ini nanti kami periksa lagi, harapannya bisa negatif. Sesuai prosedur masih ada dua kali pemeriksaan lagi jika negatif maka bisa kita pulangkan," ujar Tonang.
Pihak UNS menghimbau kepada seluruh mahasiswa yang masih di Solo supaya tidak mudik terlebih dahulu terlebih ke lokasi yang mengalami zona merah COVID-19. Bagi sivitas akademika UNS yang mengalami batuk, demam di atas 38 derajat Celsius untuk segera melapor ke Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni di fakultas, kemudian Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni di fakultas akan koordinasi dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni kemudian direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan di RS UNS.
(shf)
Lihat Juga :