Kisah Kesaktian Syeikh Haji Mu'min saat Terdampar dan Membantu Raja Badung Bali

Minggu, 31 Januari 2021 - 05:00 WIB
loading...
Kisah Kesaktian Syeikh...
Makam Syeikh Haji Mu’min bin Hasanuddin di Kampung Bugis, Pulau Serangan, Denpasar, Bali. Foto/Ist
A A A
Syeikh Haji Mu’min bin Hasanuddin yang berasal Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) terdampar di Pulau Serangan, Bali bersama rombongannya. Syeikh Haji Mu’min yang memiliki kesaktian tinggi kemudian membantu Raja Badung, Ida Cokorda Pemecutan III.

Baca juga: Misteri Gunung Kelud dan Dendam Cinta Lembu Suro yang Bertepuk Sebelah Tangan

Jejak Syeikh Haji Mu’min hingga saat ini masih ada di Kampung Islam Bugis, Pulau Serangan, Denpasar , Bali. Kampung Bugis , begitu biasa disebut, memiliki luas 2,5 hektare dari luas total Pulau Serangan 491 hektare. Untuk bisa mencapai kampung ini, butuh perjalanan sekitar 15 kilometer dari Kota Denpasar.

Baca juga: Nyi Pelet, Siluman Pemuja Kecantikan Penguasa Gunung Ciremai

Kisah Kesaktian Syeikh Haji Mu'min saat Terdampar dan Membantu Raja Badung Bali

Masjid Assyuhada di Kampung Bugis, Pulau Serangan, Denpasar, Bali. Foto/Ist

Dulunya, Serangan hanya pulau seluas 101 hektare dan terpisah dengan Pulau Bali. Namun sejak dekade 1990-an, pulau yang terkenal dengan sebutan Turtle Island ini tersambung oleh jembatan dan luasnya bertambah menjadi 491 hektare setelah adanya reklamasi.

Baca juga: Kisah Gunung Merapi dan Nyi Gadung Melati, Janda Cantik Penjaga Gerbang Merapi

Kampung Bugis dihuni sekitar 100 kepala keluarga dengan jumlah warga 285 orang. Mereka hidup secara berdampingan dan penuh toleransi dengan penduduk asli Bali yang mayoritas Hindu. Kebanyakan mata pencarian warga kampung adalah nelayan, karena letaknya yang dekat dengan pesisir pantai.

Berbagai penelitian menyebutkan Kampung Bugis ada sejak abad ke-17 Masehi. Mereka adalah orang-orang yang berasal dari Gowa, Sulawesi, yang memilih meninggalkan daerahnya setelah Belanda menguasai Kerajaan Gowa.

Pilihan itu diambil karena banyaknya aturan yang dikeluarkan pemerintah Belanda, salah satunya adalah perjanjian Bongaya. Aturan itulah yang membuat banyak orang pribumi pergi meninggalkan daerahnya.

Salah satunya rombongan yang dipimpin Syeikh Haji Mu’min bin Hasanuddin. Dia dan 40 orang pengikutnya memilih berlayar menggunakan kapal. Dalam pelayaran, mereka akhirnya terdampar di Pulau Serangan.
Kisah Kesaktian Syeikh Haji Mu'min saat Terdampar dan Membantu Raja Badung Bali

Jejak sejarah yang masih tersimpan di Kampung Bugis adalah Alquran tua yang dibuat pada abad ke-17. Foto/Ist

Kabar datangnya rombongan Haji Mu’min tersebar hingga ke telinga Raja Badung, Ida Cokorda Pemecutan III. Pulau Serangan merupakan salah satu daerah kekuasaannya.

Raja Pemecutan mencurigai Haji Mu'min merupakan mata-mata Belanda sehingga ditangkap. Namun Haji Mu'min berhasil meyakinkan sang raja hingga akhirnya dia dan pengikutnya diizinkan tinggal sementara di istana Puri Pemecutan.

Raja Pemecutan lalu mendegar kabar bahwa Haji Mu'min adalah orang yang sakti. Sang raja lalu meminta Haji Mu'min ikut membatu peperangan melawan Kerajaan Mengwi dan dijanjikan hadiah menempati Pulau Serangan.

Peperangan pun berlangsung dan dimenangkan Kerajaan Badung. Haji Mu'min kehilangan 31 orang akibat gugur dalam peperangan. Namun pengorbanan itu terbayar. Sang raja pun menepati janjinya. Haji Mu'min dan pengikutnya diizinkan menempati Pulau Serangan.

Raja Pemecutan juga memberikan bonus dengan membangunkan sebuah musala yang menjadi cikal bakal Masjid Assyuhada. Masjid yang terletak di tengah kampung ini sampai sekarang masih berdiri kokoh. Meski beberapa kali telah direnovasi, bangunan masjid masih mempertahankan keasliannya.

Di depan masjid terdapat rumah suku Bugis, rumah ini menjadi cagar budaya karena bangunannya masih asli seperti ratusan tahun silam. Tapi sayangnya, kondisi cagar budaya ini kurang baik dan dirawat padahal menjadi aset sejarah.

Jejak sejarah lainnya yang masih tersimpan di Kampung Bugis adalah Alquran tua yang dibuat pada abad ke-17. Kitab suci kuno itu masih berupa tulisan tangan dengan sampul terbuat dari kulit unta dengan panjang 40 cm dan lebarnya sekitar 20 cm.

Dulunya, Alquran itu selalu dipakai untuk tadarus, khususnya dalam bulan Ramadhan. Namun karena kini isinya banyak yang tidak utuh dan terlepas, kitab suci itu disimpan di sebuah kotak kayu berkaca.

Ikon sejarah lainnya yaitu pemakaman muslim yang sering disebut warga sebagai kuburan kampung Bugis. Di sini pula Haji Mu’min dimakamkan. Hingga kini, makam yang telah menjadi cagar budaya itu selalu ramai dikunjungi peziarah.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
DPW Partai Perindo Bali...
DPW Partai Perindo Bali Solid dan Yakin Lolos Verifikasi Parpol Hadapi Pemilu 2029
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Anak-anak Sudah Melek...
Anak-anak Sudah Melek Digital, Negara Hadir Melindungi
Nino Fernandez dan Steffi...
Nino Fernandez dan Steffi Zamora Ungkap Alasan Pindah ke Bali Bersama Putri Mereka
Liburan Sekolah, Berbagai...
Liburan Sekolah, Berbagai Vila Privat di Bali Ini Sediakan Butler Pribadi
Dibuka Tahun Ini, Nuanu...
Dibuka Tahun Ini, Nuanu Park Bali Bakal Hadirkan Zipline hingga Art Village
Rekomendasi
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
MBG Dihentikan saat...
MBG Dihentikan saat Libur Sekolah, BGN Sebut Hemat Anggaran Rp3 Triliun
Berita Terkini
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved