Banjir Bandang dan Longsor Menerjang di Awal Tahun 2021, Apa Benar Akibat Hujan Deras?
Selasa, 26 Januari 2021 - 23:25 WIB
loading...
A
A
A
Amien menegaskan, air yang mengerosi tanah tersebut jika terus mengalir akan dapat menyebabkan banjir lumpur atau berubah menjadi banjir bandang . "Tetapi, bukan berarti semua tanah di lereng kondisinya tidak stabil dan siap terhadap longsor," imbuhnya.
Dikatakan Amien, lereng yang stabil dapat menjadi tidak siap terhadap longsor karena beberapa pemicu. "Setidaknya ada lima penyebab dan pemicu lapisan tanah menjadi tidak stabil dan siap terhadap longsor," katanya.
Makanya, ia menyebut hujan bukan satu-satunya penyebab longsor . Pertama, pengurangan vegetasi baik itu secara legal maupun ilegal. Akar pohon dapat mengeluarkan enzim yang membantu pelapukan batuan. Tetapi juga, akar pohon bertanggung jawab mencengkeram lempung yang semakin tebal karena proses pelapukan. Robohnya banyak pepohonan karena penebangan, pembakaran, atau angin kencang menjadikan tanah tidak tahan longsor.
Kedua, pemotongan lereng bagian bawah suatu lahan. "Banyak hal yang dapat melatarbelakangi terjadinya pemotongan lereng ini," ujarnya. Baca juga: Angel Selingkuhan Suami Adik Bupati Minahasa Selatan Viral, Banyak Wanita Cantik Terpaksa Ganti Nama
Secara alami, katanya, lereng bagian bawah dapat terpotong karena tererosi oleh sungai. Namun, tak jarang pemotongan lereng dibuat-buat untuk kepentingan penambangan, pembuatan terowongan, pemotongan jalan, dan pembuatan rumah.
Karena hal-hal tersebut, sudut kemiringan lereng dapat meningkat dan berakibat pada lapisan tanah yang semakin mendekati titik kritis (mudah longsor). "Selain itu, lapisan tanah juga akan semakin mendekati titik kritisnya saat penambahan beban menambah berat lapisan tanah di lereng," jelasnya.
Penambahan beban ini secara alami dapat terjadi karena penimbunan lapisan di atas lapisan tanah pada lereng. Tetapi, menurut Amien, yang paling banyak adalah karena ulah manusia menjadikan lapisan itu tempat pembangunan permukiman atau sekadar tempat pembuangan sampah.
Dikatakan Amien, lereng yang stabil dapat menjadi tidak siap terhadap longsor karena beberapa pemicu. "Setidaknya ada lima penyebab dan pemicu lapisan tanah menjadi tidak stabil dan siap terhadap longsor," katanya.
Makanya, ia menyebut hujan bukan satu-satunya penyebab longsor . Pertama, pengurangan vegetasi baik itu secara legal maupun ilegal. Akar pohon dapat mengeluarkan enzim yang membantu pelapukan batuan. Tetapi juga, akar pohon bertanggung jawab mencengkeram lempung yang semakin tebal karena proses pelapukan. Robohnya banyak pepohonan karena penebangan, pembakaran, atau angin kencang menjadikan tanah tidak tahan longsor.
Kedua, pemotongan lereng bagian bawah suatu lahan. "Banyak hal yang dapat melatarbelakangi terjadinya pemotongan lereng ini," ujarnya. Baca juga: Angel Selingkuhan Suami Adik Bupati Minahasa Selatan Viral, Banyak Wanita Cantik Terpaksa Ganti Nama
Secara alami, katanya, lereng bagian bawah dapat terpotong karena tererosi oleh sungai. Namun, tak jarang pemotongan lereng dibuat-buat untuk kepentingan penambangan, pembuatan terowongan, pemotongan jalan, dan pembuatan rumah.
Karena hal-hal tersebut, sudut kemiringan lereng dapat meningkat dan berakibat pada lapisan tanah yang semakin mendekati titik kritis (mudah longsor). "Selain itu, lapisan tanah juga akan semakin mendekati titik kritisnya saat penambahan beban menambah berat lapisan tanah di lereng," jelasnya.
Penambahan beban ini secara alami dapat terjadi karena penimbunan lapisan di atas lapisan tanah pada lereng. Tetapi, menurut Amien, yang paling banyak adalah karena ulah manusia menjadikan lapisan itu tempat pembangunan permukiman atau sekadar tempat pembuangan sampah.
Lihat Juga :