Cuaca Buruk, Puluhan Ton Ikan di Keramba Apung Waduk Saguling Mati
Selasa, 26 Januari 2021 - 21:37 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, puncak kematian ikan dalam KJA terjadi pada pekan lalu. Saat itu hujan selama dua hari terus turun mengguyur wilayah tersebut sehingga berpengaruh besar terhadap daya tahan ikan. Fenomena tersebut memang selalu terjadi setiap tahunnya terutama di musim penghujan.
"Kondisi itu menyebabkan kerugian yang cukup besar dikalangan para petani ikan KJA," tuturnya.
Sementara itu, beberapa petani ikan KJA yang sudah tahu dampak dari cuaca seperti itu, mempercepat masa panen. Sebagaian petani ada yang melakukan antisipasi dengan melakukan panen lebih dini untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Salah seorang petani ikan KJA di Waduk Saguling, Asep Sudrajat (51) menyebutkan, hujan yang turun terus dan nyaris tanpa cahaya matahari membuat ikan mabuk. Tandanya dari mulut ikan yang terus mengap-mengap dan sering keluar permukaan air, kemudian gerakannya pun terlihat lemas. Makanya guna menghindari kerugian, walaupun masih kecil sudah langsung dipanen.
"Harga ikannya juga jadi jauh di bawah harga pasaran, tapi itu lebih baik daripada mati. Yang banyak seperti ikan mas dan nila yang dijual hanya Rp15.000/kg padahal normalnya bisa Rp24.000-Rp26.000/kg," sebutnya.
"Kondisi itu menyebabkan kerugian yang cukup besar dikalangan para petani ikan KJA," tuturnya.
Sementara itu, beberapa petani ikan KJA yang sudah tahu dampak dari cuaca seperti itu, mempercepat masa panen. Sebagaian petani ada yang melakukan antisipasi dengan melakukan panen lebih dini untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Salah seorang petani ikan KJA di Waduk Saguling, Asep Sudrajat (51) menyebutkan, hujan yang turun terus dan nyaris tanpa cahaya matahari membuat ikan mabuk. Tandanya dari mulut ikan yang terus mengap-mengap dan sering keluar permukaan air, kemudian gerakannya pun terlihat lemas. Makanya guna menghindari kerugian, walaupun masih kecil sudah langsung dipanen.
"Harga ikannya juga jadi jauh di bawah harga pasaran, tapi itu lebih baik daripada mati. Yang banyak seperti ikan mas dan nila yang dijual hanya Rp15.000/kg padahal normalnya bisa Rp24.000-Rp26.000/kg," sebutnya.
(shf)
Lihat Juga :