Tingkatan Deteksi Corona, Jawa Tengah Pesan 100 GeNose UGM
Senin, 25 Januari 2021 - 22:39 WIB
loading...
A
A
A
"Buat saya biasa saja, kalau meningkatnya itu karena mereka ketahuan dan kemudian sejak dini dia OTG begitu, maka penanganan jauh lebih cepat," tegasnya.
Menurutnya, justru berbahaya jika testing tidak dilakukan secara masif. Orang yang terkena COVID-19 tidak terdeteksi dan berkeliaran menularkan pada yang lain.
"Kalau dites kan kita cepat tahu, terus dilakukan tindakannya. Kalau tidak tahu dan berkeliaran kan bahaya. Maka jangan pernah takut kalau nanti itu melonjak tinggi, karena memang hasil tes. Testing itu penting untuk kita mengetahui faktanya seperti apa," tuturnya.
Dia pun mengapresiasi alat pendeteksi COVID-19 buatan UGM, GeNose C19 sebagai alat uji resmi oleh Pemerintah Pusat. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menggunakan GeNose C19 sebagai alat uji resmi COVID-19 bagi penumpang kereta api di stasiun dan penumpang bus di terminal-terminal.
Kemenhub telah memesan 200 GeNose yang akan digunakan di 44 titik stasiun di Jawa dan Sumatera, serta beberapa lokasi terminal mulai 5 Februari. "Saya kira bagus, kalau itu bisa dilakukan di seluruh instansi publik yang lain, tentu akan sangat membantu untuk bisa lebih cepat mengetes dan melakukan tindakannya," kata Ganjar.
Menurutnya, justru berbahaya jika testing tidak dilakukan secara masif. Orang yang terkena COVID-19 tidak terdeteksi dan berkeliaran menularkan pada yang lain.
"Kalau dites kan kita cepat tahu, terus dilakukan tindakannya. Kalau tidak tahu dan berkeliaran kan bahaya. Maka jangan pernah takut kalau nanti itu melonjak tinggi, karena memang hasil tes. Testing itu penting untuk kita mengetahui faktanya seperti apa," tuturnya.
Dia pun mengapresiasi alat pendeteksi COVID-19 buatan UGM, GeNose C19 sebagai alat uji resmi oleh Pemerintah Pusat. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menggunakan GeNose C19 sebagai alat uji resmi COVID-19 bagi penumpang kereta api di stasiun dan penumpang bus di terminal-terminal.
Kemenhub telah memesan 200 GeNose yang akan digunakan di 44 titik stasiun di Jawa dan Sumatera, serta beberapa lokasi terminal mulai 5 Februari. "Saya kira bagus, kalau itu bisa dilakukan di seluruh instansi publik yang lain, tentu akan sangat membantu untuk bisa lebih cepat mengetes dan melakukan tindakannya," kata Ganjar.
Lihat Juga :