Gelar Razia di Terminal, Petugas Satpol PP dan Dinas Palopo Kejar-kejaran dengan PSK
Minggu, 24 Januari 2021 - 05:23 WIB
loading...
Sejumlah wanita penjaja seks komersial (PSK), dan mucikarinya terjaring razia yang digelar Satpol PP dan Dinas Sosial Kota Palopo. Foto/iNews TV/Nasruddin Rubak
A
A
A
PALOPO - Petugas gabungan dari Satpol PP dan Dinas Sosial Kota Palopo, merazia lokasi prostitusi terselubung yang ada di Terminal Dangerakko, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Sabtu (23/1/2021) tengah malam hingga Minggu (24/1/2021) dini hari.
Baca juga: Asyik Dugem di Tempat Hiburan Malang, Oknum TNI Terjaring Razia Gabungan
Melihat kedatangan petugas, para Pekerja Seks Komersial (PSK) berupaya kabur hingga terjadi kejar-kejaran. Lokasi kejadian yang gelap, membuat sejumlah PSK berhasil kabur dengan melewati gang sempit, serta diselamatkan oleh sejumlah pria hidung belang menggunakan sepeda motor.
Meski demikian empat orang PSK bersama seorang lelaki yang diduga mucikari berhasil tertangkap. Dari keempat pelaku satu di antaranya masih anak-anak. Usai tertangkap, para PSK ini kemudian diamankan ke Kantor Satpol PP untuk didata.
Kepala Bidang Perundang-undangan Satpol PP Kota Palopo, Salong mengatakan, setelah dilakukan interogasi, para PSK ini mengaku terpaksa menjual diri demi menghidupi keluarga dan anak. "Rata-rata dari mereka mengaku terpaksa melakoni pekerjaan ini, demi membeli susu dan makan untuk anaknya, namun masih kami dalami," katanya.
Baca juga: Air Mata Perwira TNI AU Ini Menitik Iringi Pemakaman Istri dan Anak Korban Sriwijaya Air
Baca juga: Asyik Dugem di Tempat Hiburan Malang, Oknum TNI Terjaring Razia Gabungan
Melihat kedatangan petugas, para Pekerja Seks Komersial (PSK) berupaya kabur hingga terjadi kejar-kejaran. Lokasi kejadian yang gelap, membuat sejumlah PSK berhasil kabur dengan melewati gang sempit, serta diselamatkan oleh sejumlah pria hidung belang menggunakan sepeda motor.
Meski demikian empat orang PSK bersama seorang lelaki yang diduga mucikari berhasil tertangkap. Dari keempat pelaku satu di antaranya masih anak-anak. Usai tertangkap, para PSK ini kemudian diamankan ke Kantor Satpol PP untuk didata.
Kepala Bidang Perundang-undangan Satpol PP Kota Palopo, Salong mengatakan, setelah dilakukan interogasi, para PSK ini mengaku terpaksa menjual diri demi menghidupi keluarga dan anak. "Rata-rata dari mereka mengaku terpaksa melakoni pekerjaan ini, demi membeli susu dan makan untuk anaknya, namun masih kami dalami," katanya.
Baca juga: Air Mata Perwira TNI AU Ini Menitik Iringi Pemakaman Istri dan Anak Korban Sriwijaya Air
Lihat Juga :