98 Persen Jaringan Listrik di Mamuju-Majene Telah Pulih

loading...
98 Persen Jaringan Listrik di Mamuju-Majene Telah Pulih
Jaringan listrik di Mamuju dan Majene setelah dilanda gempa, kini sudah pulih hampir seratus persen.Foto/dok
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) mengungkapkan jaringan listrik di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) berangsur pulih. Pasokan listrik sempat mati akibat gempa M 6,2 pada Jumat dini hari pekan lalu.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengidentifikasi sebanyak 872 gardu distribusi terdampak oleh gempa. Gardu itu melayani 90.688 pelanggan listrik.

Baca juga: Indonesia Dilanda Musibah Bertubi-tubi, BNPB Catat Ada 185 Bencana

“Hingga 20 Januari 2021, pukul 15.30 Wita, sekitar 98 persen kelistrikan pulih. Sebanyak 856 gardu distribusi telah menyala atau sekitar 84.873 pelanggan kembali dapat mengakses listrik,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima SINDONews, Jumat (22/1/2021).



Raditya menjelaskan ada 16 trafo yang melayani 1.403 pelanggan di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, belum dapat diperbaiki. Alasannya, jalan menuju lokasi belum dapat diakses kendaraan petugas PLN.

Pemerintah Kabupaten Majene sekarang telah mengerahkan alat berat untuk pembukaan akses jalan. Fasilitas penting yang telah dialiri listrik, antara lain, Bandara Tampa Padang, RSUD Regional, RSUD Mamuju, PDAM Rangas, lembaga pemasyarakatan, sebagian penerangan jalan umum di kota Mamuju, dan tempat pengungsian.

Baca juga: Bule Cantik Adriana Dibunuh Pacarnya dengan Pisau Lempar dari Slovakia



“Dengan adanya jaringan listrik dan perbaikan infrastruktur dasar lain, akan mempercepat pemulihan ekonomi dan kehidupan masyarakat pascagempa. PLN menerjunkan 348 personel untuk memperbaiki kelistrikan di Mamuju dan Majene,” papar Raditya.

Berdasarkan data terakhir, gempa Mamuju-Majene ini menelan korban jiwa sebanyak 91 orang, 3 hilang, 404 luka berat, luka sedang 240, luka ringan 1.474, dan mengungsi 87.373 orang. Sedangkan kerusakan infrastruktur, pemda masih terus melakukan pendataan.
(msd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top