Jalur Tambang Parung Panjang Bogor Dibangun 2022, Ridwan Kamil: Kompleks dan Rumit
Kamis, 21 Januari 2021 - 14:48 WIB
loading...
A
A
A
Kang Emil mengharapkan partisipasi dan tanggung jawab dari para pengusaha dan pemilik tambang, termasuk pengusaha ngkutan tambang demi terwujudnya jalur tersebut. "Karena kompleks dan rumit. Semoga prosesnya dilancarkan dan semua pihak mau berpartisipasi dan bertanggung jawab, khususnya pengusaha tambah dan transporter," ungkapnya.
Dari agenda yang diunggah Kang Emil, terlihat bahwa pada awal hingga pertengahan 2021 ini, pihaknya menitikberatkan pada sinkronisasi kebijakan, antara lain nota kesepahaman antara Pemprov Jabar dan Banten serta nota kesepahaman antara pengusaha tambang, transporter, termasuk pemilik tambang.
Jika urusan nota kesepahaman yang dijadwalkan tuntas pada Juni 2021, maka dilanjutkan proses perencanaan, seperti penyusunan detail engineering desain (DED), kajian analisis dampak lingkungan (Amdal), hingga rencana pembebasan lahan yang ditargetkan tuntas Oktober 2021 mendatang.
Adapun pembebasan lahan baru akan digelar pada 2022 sekaligus konstruksi jalur tambang yang dibagi ke dalam empat segmen. Segmen I sepanjang 10 kilometer lebih, segmen II 9,75 kilometer, segmen III 2,01 kilometer dan segmen IV 1 kilometer lebih.
Rencananya, pihaknya pun akan menugaskan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan mengelola jalur tambang tersebut.
Dari agenda yang diunggah Kang Emil, terlihat bahwa pada awal hingga pertengahan 2021 ini, pihaknya menitikberatkan pada sinkronisasi kebijakan, antara lain nota kesepahaman antara Pemprov Jabar dan Banten serta nota kesepahaman antara pengusaha tambang, transporter, termasuk pemilik tambang.
Jika urusan nota kesepahaman yang dijadwalkan tuntas pada Juni 2021, maka dilanjutkan proses perencanaan, seperti penyusunan detail engineering desain (DED), kajian analisis dampak lingkungan (Amdal), hingga rencana pembebasan lahan yang ditargetkan tuntas Oktober 2021 mendatang.
Adapun pembebasan lahan baru akan digelar pada 2022 sekaligus konstruksi jalur tambang yang dibagi ke dalam empat segmen. Segmen I sepanjang 10 kilometer lebih, segmen II 9,75 kilometer, segmen III 2,01 kilometer dan segmen IV 1 kilometer lebih.
Rencananya, pihaknya pun akan menugaskan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan mengelola jalur tambang tersebut.
Lihat Juga :