Sosialisasi Protokol Kesehatan di Tempat Wisata, Jabar Garap Film Piknik Gaya Baru
Kamis, 21 Januari 2021 - 13:50 WIB
loading...
Sosialiasi protokol kesehatan dterus digalakkan petugas untuk mengurangi penularan COVID-19.Foto/ilustrasi
A
A
A
BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan Film Piknik Gaya Baru sebagai salah satu upaya sosialisasi penerapan protokol kesehatan (prokes), khususnya di kawasan wisata.
Lewat film yang digarap bersama Aria Production itu, Pemprov Jabar berharap, penanganan pandemi COVID-19 dan kegiatan pariwisata di Jabar tetap dapat berjalan beriringan.
Film tersebut berbicara tentang situasi pandemi di Jabar dan bagaimana masyarakat harus menerapkan prokes saat berwisata.
Baca juga: Masuk 10 Besar, KPK Apresiasi Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi Kota Bandung
"Selain sosialisasi protokol kesehatan, film tersebut dapat mempromosikan destinasi wisata di Jabar," ujar Asisten Daerah (Asda) Bidang Administrasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar, Dudi Sudrajat Abdurachim, Kamis (21/1/2021).
Menurut Dedi, jika proses diterapkan dengan ketat saat berwisata, maka roda roda produksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif akan kembali bergairah.
"Destinasi wisata tetap berjalan dengan disiplin protokol kesehatan. Karena sektor pariwisata ini banyak dimensinya, seperti UMKM yang harus dijaga keberlangsungannya untuk terus beraktivitas ekonomi," terangnya.
Lewat film yang digarap bersama Aria Production itu, Pemprov Jabar berharap, penanganan pandemi COVID-19 dan kegiatan pariwisata di Jabar tetap dapat berjalan beriringan.
Film tersebut berbicara tentang situasi pandemi di Jabar dan bagaimana masyarakat harus menerapkan prokes saat berwisata.
Baca juga: Masuk 10 Besar, KPK Apresiasi Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi Kota Bandung
"Selain sosialisasi protokol kesehatan, film tersebut dapat mempromosikan destinasi wisata di Jabar," ujar Asisten Daerah (Asda) Bidang Administrasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar, Dudi Sudrajat Abdurachim, Kamis (21/1/2021).
Menurut Dedi, jika proses diterapkan dengan ketat saat berwisata, maka roda roda produksi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif akan kembali bergairah.
"Destinasi wisata tetap berjalan dengan disiplin protokol kesehatan. Karena sektor pariwisata ini banyak dimensinya, seperti UMKM yang harus dijaga keberlangsungannya untuk terus beraktivitas ekonomi," terangnya.
Lihat Juga :