Vaksinasi di Jateng, 540 Nakes Ditunda dan 285 Tak Hadir
Rabu, 20 Januari 2021 - 15:55 WIB
loading...
Gubernur Ganjar Pranowo melihat proses vaksinasi untuk tenaga kesehatan di sejumlah Puskesmas di Kota Semarang, Rabu (20/1/2021). Foto: Istimewa
A
A
A
SEMARANG - Proses vaksinasi di Jawa Tengah ( Jateng ) sudah berlangsung sejak 14 Januari lalu, setidaknya sudah ada 4.415 tenaga kesehatan ( nakes ) atau 13,2% dari total kurang lebih 30.000 nakes yang menerima vaksin tahap pertama ini.
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyebutkan, total 4.415 nakes tersebut dari 3 daerah yakni Kota dan Kabupaten Semarang serta Kota Solo. “Jadi pelaksanaan sampai tanggal 19 kemarin, di Kota Semarang sudah 2.219 (nakes) jadi kurang lebih 11,8%, Kabupaten Semarang 655 (nakes) sekitar 16%, lalu Kota Solo 1.541 ini 15%, sehingga rata-rata kita sudah 13,2%. Total yang sudah divaksin 4.415 itu data terakhir sampai dengan jam 14.00 WIB kemarin,” katanya, Rabu (20/1/2021).
Baca juga: 203 Nakes Masih Gagal Skrining, 2.301 Sukses Divaksinasi COVID-19
Menurut dia, dari total 4.000-an nakes yang menerima vaksinasi tersebut sempat mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang beragam. Ada yang pingsan, mata memerah dan bengkak, gatal pada area suntik, lengan pegal hingga mual dan muntah.
“Ada yang nyeri lengan mual muntah dan semrepet. Trus kemudian ada yang berdebar, ngantuk paling banyak. Tapi sampai hari ini (KIPI-nya) tidak ada yang berlanjut,” ujarnya.
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyebutkan, total 4.415 nakes tersebut dari 3 daerah yakni Kota dan Kabupaten Semarang serta Kota Solo. “Jadi pelaksanaan sampai tanggal 19 kemarin, di Kota Semarang sudah 2.219 (nakes) jadi kurang lebih 11,8%, Kabupaten Semarang 655 (nakes) sekitar 16%, lalu Kota Solo 1.541 ini 15%, sehingga rata-rata kita sudah 13,2%. Total yang sudah divaksin 4.415 itu data terakhir sampai dengan jam 14.00 WIB kemarin,” katanya, Rabu (20/1/2021).
Baca juga: 203 Nakes Masih Gagal Skrining, 2.301 Sukses Divaksinasi COVID-19
Menurut dia, dari total 4.000-an nakes yang menerima vaksinasi tersebut sempat mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang beragam. Ada yang pingsan, mata memerah dan bengkak, gatal pada area suntik, lengan pegal hingga mual dan muntah.
“Ada yang nyeri lengan mual muntah dan semrepet. Trus kemudian ada yang berdebar, ngantuk paling banyak. Tapi sampai hari ini (KIPI-nya) tidak ada yang berlanjut,” ujarnya.
Lihat Juga :