Bupati Lutra Bahas Inovasi Pendidikan di Diskusi Publik KAHMI Pangkep
Selasa, 19 Januari 2021 - 21:17 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: BPBD Luwu Utara Salurkan Bantuan Banjir di Desa Giri Kusumah
Meski begitu, hal ini tak harus membuat proses pembelajaran terhenti. Untuk mengatasinya, kata IDP , dibutuhkan berbagai inovasi yang tepat agar para peserta didik tetap bisa menikmati layanan pendidikan yang baik meski di tengah pandemi .
“Kita masih terus mencari pola yang tepat, dengan mencoba menghadirkan beberapa inovasi. Hasilnya, selama 10 bulan masa pandemi , kita bisa menghadirkan dua inovasi yang cukup menonjol, yaitu guru sahabat siswa dan guru inspiratif,” ungkap IDP .
Dijelaskan IDP , inovasi guru sahabat siswa hadir untuk mengatasi pembelajaran di wilayah yang sama sekali belum memiliki akses jaringan internet.
Baca juga: Bukan Hanya Nakes, 17 Tokoh di Lutra Ikuti Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama
“Inovasi guru sahabat siswa adalah sebuah inovasi yang tepat di masa pandemi . Di mana guru mendatangi peserta didik, dan melakukan pembelajaran tatap muka , tapi dengan jumlah terbatas. Durasinya tidak lama, tapi tidak mengurangi substansi dan kualitas pembelajaran itu sendiri,” jelas dia.
Meski begitu, hal ini tak harus membuat proses pembelajaran terhenti. Untuk mengatasinya, kata IDP , dibutuhkan berbagai inovasi yang tepat agar para peserta didik tetap bisa menikmati layanan pendidikan yang baik meski di tengah pandemi .
“Kita masih terus mencari pola yang tepat, dengan mencoba menghadirkan beberapa inovasi. Hasilnya, selama 10 bulan masa pandemi , kita bisa menghadirkan dua inovasi yang cukup menonjol, yaitu guru sahabat siswa dan guru inspiratif,” ungkap IDP .
Dijelaskan IDP , inovasi guru sahabat siswa hadir untuk mengatasi pembelajaran di wilayah yang sama sekali belum memiliki akses jaringan internet.
Baca juga: Bukan Hanya Nakes, 17 Tokoh di Lutra Ikuti Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama
“Inovasi guru sahabat siswa adalah sebuah inovasi yang tepat di masa pandemi . Di mana guru mendatangi peserta didik, dan melakukan pembelajaran tatap muka , tapi dengan jumlah terbatas. Durasinya tidak lama, tapi tidak mengurangi substansi dan kualitas pembelajaran itu sendiri,” jelas dia.
Lihat Juga :