Bupati Lutra Bahas Inovasi Pendidikan di Diskusi Publik KAHMI Pangkep
Selasa, 19 Januari 2021 - 21:17 WIB
loading...
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menjadi pembicara dalam diskusi publik KAHMI Pangkep, Selasa (19/1/2021). Foto: Humas Pemkab Luwu Utara
A
A
A
LUWU UTARA - Bupati Kabupaten Luwu Utara (Lutra) , Indah Putri Indriani (IDP) didapuk jadi salah satu narasumber diskusi publik yang digelar KAHMI Pangkep , Selasa (19/1/2021).
Diskusi itu mengangkat tema “ Pendidikan jarak jauh (PJJ) di masa pandemi, antara tantangan dan harapan”. Diskusi publik ini digelar secara virtual. IDP mengikuti acara ini dari ruang kerjanya.
Baca juga: Masih Pandemi, Peringatan Hari Jadi Tana Luwu ke-753 Digelar Virtual
Dalam pemaparannya, IDP menjelaskan bahwa pendidikan, baik yang dilakukan secara daring atau dalam jaringan maupun luring atau luar jaringan, semuanya dilakukan dengan pertimbangan kesehatan. Sebab, saat ini belum memungkinkan pembelajaran tatap muka akibat Covid-19 .
Pembelajaran daring atau pendidikan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi jadi solusi utama menghindari Covid-19 . Cara ini kata IDP tentu harus didukung oleh fasilitas sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang mumpuni. Tidak hanya buat pendidik, tetapi juga buat peserta didik.
“Pemerintah daerah sudah ada kebijakan dengan dibaginya 2.000-an gawai atau tablet kepada para siswa untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh . Nah, satu masalah kita selesaikan, tapi masalah lain muncul lagi, yaitu bahwa tidak semua wilayah memiliki akses jaringan internet,” terangnya.
Diskusi itu mengangkat tema “ Pendidikan jarak jauh (PJJ) di masa pandemi, antara tantangan dan harapan”. Diskusi publik ini digelar secara virtual. IDP mengikuti acara ini dari ruang kerjanya.
Baca juga: Masih Pandemi, Peringatan Hari Jadi Tana Luwu ke-753 Digelar Virtual
Dalam pemaparannya, IDP menjelaskan bahwa pendidikan, baik yang dilakukan secara daring atau dalam jaringan maupun luring atau luar jaringan, semuanya dilakukan dengan pertimbangan kesehatan. Sebab, saat ini belum memungkinkan pembelajaran tatap muka akibat Covid-19 .
Pembelajaran daring atau pendidikan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi jadi solusi utama menghindari Covid-19 . Cara ini kata IDP tentu harus didukung oleh fasilitas sarana dan prasarana komunikasi dan informasi yang mumpuni. Tidak hanya buat pendidik, tetapi juga buat peserta didik.
“Pemerintah daerah sudah ada kebijakan dengan dibaginya 2.000-an gawai atau tablet kepada para siswa untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh . Nah, satu masalah kita selesaikan, tapi masalah lain muncul lagi, yaitu bahwa tidak semua wilayah memiliki akses jaringan internet,” terangnya.
Lihat Juga :