NASA Klaim Aktivitas Anak Krakatau Masih Berbahaya
Jum'at, 17 April 2020 - 12:18 WIB
loading...
A
A
A
Meletusnya Gunung Anak Krakatau menyemburkan abu vulkanis setinggi 500 meter di atas permukaan laut.
"Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Jumat 10 April 2020, pukul 22.35 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 meter di atas puncak (± 500 m di atas permukaan laut)," jelas Pusat Vulkanologi Mitagasi dan Bencana Geologi (PVMBG) dalam laman resminya.
Dilaporkan, kolom abu vulkanis teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah utara.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 2284 detik. Hingga kini belum diketahui apakah Gunung Anak Krakatau masih mengeluarkan erupsi atau tidak.
"Masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer," terangnya.
"Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Jumat 10 April 2020, pukul 22.35 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 meter di atas puncak (± 500 m di atas permukaan laut)," jelas Pusat Vulkanologi Mitagasi dan Bencana Geologi (PVMBG) dalam laman resminya.
Dilaporkan, kolom abu vulkanis teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah utara.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 2284 detik. Hingga kini belum diketahui apakah Gunung Anak Krakatau masih mengeluarkan erupsi atau tidak.
"Masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer," terangnya.
(boy)
Lihat Juga :