25 Relawan Uji Klinis Vaksin Sinovac Positif COVID-19, Ini Kata Ridwan Kamil
Senin, 18 Januari 2021 - 23:32 WIB
loading...
A
A
A
Kang Emil menyebutkan, sebagai relawan uji klinis vaksin Sinovac, dirinya menerima suntikan pertama pada 25 Agustus 2020 dan suntikan kedua pada 14 September 2020.
"Dari September ke Desember itu terjadi proses antibodi. Mungkin saja kenanya sebelum H-30. Karena antibodinya belum maksimal, maka dia kena," ujarnya.
Karenanya, Kang Emil menekankan bahwa kabar 25 relawan uji klinis vaksin Sinovac terpapar COVID-19 harus dikaji lebih dalam.
"Jadi cerita itu harus dibedah dan jangan digeneralisir sebagai seolah gagal atau bagaimana, harus satu persatu. Lain halnya kalau sudah dinyatakan di bulan ketiga seperti katanya antibodi saya ini sudah 99 persen dan kena COVID, maka itu jadi pertanyaan yang valid," tegasnya.
Namun, Kang Emil mengakui, relawan masih dimungkinkan terpapar COVID-19 sebelum 30 hari setelah penyuntikan kedua karena pembentukan antibodi sedang berproses. Apalagi, jika relawan mengabaikan protokol kesehatan (prokes).
Baca juga: Diduga Hendak Tawuran, Geng Motor di Tasikmalaya Diringkus Bawa Sajam
"Dari September ke Desember itu terjadi proses antibodi. Mungkin saja kenanya sebelum H-30. Karena antibodinya belum maksimal, maka dia kena," ujarnya.
Karenanya, Kang Emil menekankan bahwa kabar 25 relawan uji klinis vaksin Sinovac terpapar COVID-19 harus dikaji lebih dalam.
"Jadi cerita itu harus dibedah dan jangan digeneralisir sebagai seolah gagal atau bagaimana, harus satu persatu. Lain halnya kalau sudah dinyatakan di bulan ketiga seperti katanya antibodi saya ini sudah 99 persen dan kena COVID, maka itu jadi pertanyaan yang valid," tegasnya.
Namun, Kang Emil mengakui, relawan masih dimungkinkan terpapar COVID-19 sebelum 30 hari setelah penyuntikan kedua karena pembentukan antibodi sedang berproses. Apalagi, jika relawan mengabaikan protokol kesehatan (prokes).
Baca juga: Diduga Hendak Tawuran, Geng Motor di Tasikmalaya Diringkus Bawa Sajam
Lihat Juga :