Atasi Kekeringan di Gunungkidul, Ini yang Akan Dilakukan Bupati Terpilih Sunaryanta
Minggu, 17 Januari 2021 - 20:38 WIB
loading...
Bupati Gunungkidul terpilih Sunaryanta saat melihat sistem penyediaan air bersih yang dikelola PDAM Tirta Handayani. Foto: SINDONews/Suharjono
A
A
A
GUNUNGKIDUL - Potensi air bawah tanah di Gunungkidul mampu untuk mengatasi persoalan air di Gunungkidul. Namun demikian sentuhan teknologi dibutuhkan sehingga air di sungai bawah tanah bisa maksimal diangkat untuk penyediaan air bersih.
Bupati terpilih Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, dia berusaha untuk melihat sumber sumber air bawah tanah Gunungkidul. Tiga sumber air masing-masing Gua Seropan, Gua Bribin serta Gua Ngreneng ditinjau langsung. Bahkan Sunaryanta langsung merangkak begitu melihat kukut gua Bribin yang hanya kecil untuk melihat lebih dekat kondisi sumber di sungai bawah tanah.
Baca juga: Nekat Gelar Hajatan saat PPKM, Petugas di Gunungkidul Lakukan Pembubaran
“Kandungan sumber mata air melalui sungai bawah tanah besar sekali. Hanya saja memang belum optimal diangkat. Ini yang harus menjadi perhatian. Bagaimana ada alat untuk memaksimalkan air sehingga tersuplai ke masyarakat," terangnya kepada MNC Portal Indonesia Minggu (17/1/2021).
Menurutnya, jika dua sumber air besar baik itu Bribin dan Seropan bisa ditambah alat dan debit air di atas 200 liter per detik bisa diangkat, maka persoalan air Gunungkidul selesai. “Kunci sudah ketemu, sekarang kita akan mencoba ke pemerintah pusat untuk program pengangkatan air di Gunungkidul. Mudah-mudahan ada jalan sehingga periode ini sudah ada progres penyelesaian air di Gunungkidul," ulasnya.
Bupati terpilih Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, dia berusaha untuk melihat sumber sumber air bawah tanah Gunungkidul. Tiga sumber air masing-masing Gua Seropan, Gua Bribin serta Gua Ngreneng ditinjau langsung. Bahkan Sunaryanta langsung merangkak begitu melihat kukut gua Bribin yang hanya kecil untuk melihat lebih dekat kondisi sumber di sungai bawah tanah.
Baca juga: Nekat Gelar Hajatan saat PPKM, Petugas di Gunungkidul Lakukan Pembubaran
“Kandungan sumber mata air melalui sungai bawah tanah besar sekali. Hanya saja memang belum optimal diangkat. Ini yang harus menjadi perhatian. Bagaimana ada alat untuk memaksimalkan air sehingga tersuplai ke masyarakat," terangnya kepada MNC Portal Indonesia Minggu (17/1/2021).
Menurutnya, jika dua sumber air besar baik itu Bribin dan Seropan bisa ditambah alat dan debit air di atas 200 liter per detik bisa diangkat, maka persoalan air Gunungkidul selesai. “Kunci sudah ketemu, sekarang kita akan mencoba ke pemerintah pusat untuk program pengangkatan air di Gunungkidul. Mudah-mudahan ada jalan sehingga periode ini sudah ada progres penyelesaian air di Gunungkidul," ulasnya.
Lihat Juga :