Waste4Change Hadirkan Jasa Angkut Sampah di 10 Kota
Selasa, 12 Januari 2021 - 13:55 WIB
loading...
Waste4Change Hadirkan Jasa Angkut Sampah di 10 Kota. Foto/Ist
A
A
A
TANGERANG - Terhitung sejak Januari 2021, Waste4Change resmi hadir di 9 kota dan 1 provinsi di Indonesia yaitu DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang , Bekasi, Bandung, Semarang, Surabaya , Sidoarjo, dan Medan.
“Perluasan cakupan layanan ini antara lain untuk terus mendukung visi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Bersih Sampah 2025 dengan target 30% pemilahan sampah dari sumber, serta target daur ulang dan pengelolaan sampah hingga 70%,” jelas Managing Director Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano, Selasa (12/1/2021). (Baca juga: Kasus Corona Terus Naik, Pemkot Tangerang Tambah Jumlah RIT )
Permasalahan sampah kian darurat karena menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indonesia diperkirakan menghasilkan rata-rata 64 juta ton timbunan sampah setiap tahunnya. Merujuk data KLHK di tahun 2015, sekitar 69% diangkut dan ditimbun ke tempat pembuangan akhir (TPA), 7% didaur ulang, sedangkan 24% sisanya tidak terkelola dan mencemari lingkungan. (Baca juga: Cegah COVID-19, Whisnu Sakti Aktifkan Kampung Tangguh Surabaya )
Selain itu, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di berbagai daerah di Indonesia mulai mengalami kelebihan kapasitas. TPA Sarimukti Bandung misalnya, menurut perwakilan UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional (PSTR) Provinsi Jawa Barat, Dhani Prianto Hadi, awalnya dirancang untuk menampung sampah sebanyak 1.200 ton per hari. Namun pada praktiknya, volume sampah yang diterima melonjak hingga 2.000 ton per hari.
Tidak lupa juga soal TPA Cipeucang di Tangerang Selatan yang sempat longsor di pertengahan tahun 2020 akibat tembok pembatas yang tidak kuat membendung volume sampah, sehingga sampah bocor dan menutupi aliran sungai Cisadane. Pun TPA Bantar Gebang yang setiap hari menampung 7.000 ton sampah dari DKI Jakarta diperkirakan hanya bisa beroperasi sampai tahun ini saja.
“Perluasan cakupan layanan ini antara lain untuk terus mendukung visi pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Bersih Sampah 2025 dengan target 30% pemilahan sampah dari sumber, serta target daur ulang dan pengelolaan sampah hingga 70%,” jelas Managing Director Waste4Change, Mohamad Bijaksana Junerosano, Selasa (12/1/2021). (Baca juga: Kasus Corona Terus Naik, Pemkot Tangerang Tambah Jumlah RIT )
Permasalahan sampah kian darurat karena menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indonesia diperkirakan menghasilkan rata-rata 64 juta ton timbunan sampah setiap tahunnya. Merujuk data KLHK di tahun 2015, sekitar 69% diangkut dan ditimbun ke tempat pembuangan akhir (TPA), 7% didaur ulang, sedangkan 24% sisanya tidak terkelola dan mencemari lingkungan. (Baca juga: Cegah COVID-19, Whisnu Sakti Aktifkan Kampung Tangguh Surabaya )
Selain itu, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di berbagai daerah di Indonesia mulai mengalami kelebihan kapasitas. TPA Sarimukti Bandung misalnya, menurut perwakilan UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional (PSTR) Provinsi Jawa Barat, Dhani Prianto Hadi, awalnya dirancang untuk menampung sampah sebanyak 1.200 ton per hari. Namun pada praktiknya, volume sampah yang diterima melonjak hingga 2.000 ton per hari.
Tidak lupa juga soal TPA Cipeucang di Tangerang Selatan yang sempat longsor di pertengahan tahun 2020 akibat tembok pembatas yang tidak kuat membendung volume sampah, sehingga sampah bocor dan menutupi aliran sungai Cisadane. Pun TPA Bantar Gebang yang setiap hari menampung 7.000 ton sampah dari DKI Jakarta diperkirakan hanya bisa beroperasi sampai tahun ini saja.
Lihat Juga :