Sebelum Ditemukan Terbunuh, Penculik Anak Pejabat di Karawang Sempat Minta Uang Rp400 Juta
Kamis, 14 Januari 2021 - 16:32 WIB
loading...
A
A
A
"Setelah itu saya konsultasi dengan pihak kepolisian, dan diminta untuk tidak memenuhi permintaan uang itu melalui transfer, tapi harus diajak ketemuan. Penculiknya tidak mau diajak bertemu setelah itu hilang komunikasi," imbuh Kadiman saat ditemui dikediamannya, Kamis (14/1/2021).
Menurut Kadiman, pihak keluarga masih belum percaya jika anaknya telah menjadi korban penculikan dan pembunuhan . Saat penculik pertama kali menghubungi keluarga melalui handphone korban, masih dianggap bercanada.
Baca juga: Syekh Ali Jaber Wafat, Keluarga Besarnya di Lombok Melepas Penuh Keikhlasan
"Anak saya terakhir meninggalkan rumah Minggu (10/1/2021) malam. Dia pamit ingin ke rumah temannya di wilayah Perumnas. Setelah mendapat WA dari penculik, Senin (11/1/2021) pagi, kami menyusul ke rumah temannya itu. Tapi menurut temannya itu, anaknya tidak ada ke rumah. Disitu saya mulai percaya jika anak saya jadi korban kejahatan," katanya dengan lirih.
Kadiman mengaku, tidak mengetahui motif pembunuhan anaknya tersebut, dan memastikan anaknya tidak memiliki musuh di antara temannya. Karena anaknya selalu dalam pengawasan ketat orang tua, terutama dalam pergaulan. "Dia tidak suka merokok apalagi minum minuman keras. Hobinya olahraga dan pergaulannya terbatas dan diketahui orang tua," katanya.
Menurut Kadiman, pihak keluarga masih belum percaya jika anaknya telah menjadi korban penculikan dan pembunuhan . Saat penculik pertama kali menghubungi keluarga melalui handphone korban, masih dianggap bercanada.
Baca juga: Syekh Ali Jaber Wafat, Keluarga Besarnya di Lombok Melepas Penuh Keikhlasan
"Anak saya terakhir meninggalkan rumah Minggu (10/1/2021) malam. Dia pamit ingin ke rumah temannya di wilayah Perumnas. Setelah mendapat WA dari penculik, Senin (11/1/2021) pagi, kami menyusul ke rumah temannya itu. Tapi menurut temannya itu, anaknya tidak ada ke rumah. Disitu saya mulai percaya jika anak saya jadi korban kejahatan," katanya dengan lirih.
Kadiman mengaku, tidak mengetahui motif pembunuhan anaknya tersebut, dan memastikan anaknya tidak memiliki musuh di antara temannya. Karena anaknya selalu dalam pengawasan ketat orang tua, terutama dalam pergaulan. "Dia tidak suka merokok apalagi minum minuman keras. Hobinya olahraga dan pergaulannya terbatas dan diketahui orang tua," katanya.
Lihat Juga :