Begini Alur Mahasiswi Cantik Bersikukuh Penjarakan Ibu Kandung di Demak

Senin, 11 Januari 2021 - 21:20 WIB
loading...
Begini Alur Mahasiswi...
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna. Foto/iNews TV/Taufik Budi
A A A
DEMAK - Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Demak Jawa Tengahyang berujung anak penjarakan ibu kandung menggegerkan masyarakat. Sang anak menolak mencabut laporan di kepolisian hingga ibunya harus terancam hukuman lima tahun penjara.

(Baca juga: Gara-gara Baju, Ibu di Demak Dipolisikan Anak Kandungnya Karena Penganiayaan)

“Kasus ini sudah lama dari September (2020) yang dilaporkan oleh korban itu anak kandungnya sendiri terhadap ibu kandungnya. Ini kasus kekerasan dalam rumah tangga,” kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, Senin (11/1/2021).

(Baca juga: Sekeluarga Lolos dari Maut karena Batalkan Tiket Sriwijaya Air Jelang Berangkat)

Kasus bermula saat Agesti Ayu Wulandari (18), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung Kabupaten Demak, bersama bapaknya berangkat dari rumah di Desa Karangasem, Kecamatan Sayung, Demak, pada Jumat, 21 Agustus 2020, pukul 17.00 WIB. Mereka juga meminta kepala desa dan ketua RT untuk mendampingi mendatangi Sumiyatun (ibu korban) guna mengambil baju.

“Korban menemui tersangka untuk mengambil pakaian. Namun korban dicaci maki dengan perkataan ‘anak durhaka, bajumu sudah kubakar’. Korban mencari bajunya sendiri diikuti oleh tersangka, setelah itu terjadi saling dorong-mendorong antara tersangka dengan korban,” terangnya.

“Kemudian (korban) bergegas keluar rumah. Namun tersangka menarik kerudung dan menjambak rambut korban dan mencakar pelipis kiri dan hidung hingga menimbulkan luka,” tambah dia.

Korban yang tak terima dengan perlakuan kasar itu lantas melapor kepada polisi dengan Nomor: LP/B/ 124/IX/2020/Jateng/Res Dmk/ tanggal 22 September 2020, tentang : Tindak Pidana Kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dalam Pasal 44 ayat (1) UU 23/2004 tentang Penghapusan KDRT.

“Anak tidak menerima dengan perlakuan itu sehingga anak tersebut membuat laporan polisi kepada Polres Demak. Berdasarkan itu Polres Demak melakukan penyelidikan mendatangi TKP mengumpulkan bukti dan mengambil keterangan beberapa saksi,” ungkap Iskandar.

“Di sini sudah tercatat ada lima saksi yang sudah diperiksa, lalu langkah berikutnya selama tahap penyelidikan Polres Demak sudah mengupayakan mediasi kedua korban dan tersangka atau terlapor sebanyak tiga kali, sudah diupayakan,” tegasnya.

Menurutnya, selama proses mediasi korban menolak berdamai dengan ibunya. Dia bersikukuh melanjutkan proses hukum karena hendak mencari keadilan. Bahkan, perempuan yang tercatat sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi itu membuat video yang berisi penegasan untuk melanjutkan proses hukum.

“Kemudian hasil yang didapat bahwa si pelapor atau korban ini tidak mau berdamai. Dia mengatakan akan mencari keadilan jadi menginginkan tetap diproses hukum. Mediasi yang kedua sudah diupayakan dan terlapor ibu kandungnya waktu itu datang, tetapi anak kandung atau si pelapor tidak mau hadir. Bahkan mengirimkan surat pernyataan kepada penyelidik yang menyatakan bahwa korban atau pelapor ini tetap tidak akan mencabut laporannya,” beber dia.

“Sampai tiga kali sudah diupayakan (mediasi) dan akhirnya penyidik berkesimpulan bahwa perkara ini ditingkatkan menjadi penyidikan, dan sama sekali tidak ada penahanan di sini. Tidak ada penahanan,” tandasnya.

Kasus terus bergulir hingga polisi melakukan pengiriman berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Demak dengan Surat Pengantar Nomor: B/3952/X/2020, tanggal 22 Oktober 2020. Namun, berkas itu dinyatakan P19 berdasarkan Surat Kejati Nomor :B-1468/M.3.31/Eku.1/11/2020 tanggal 11 November 2020.

Setelah dilengkapi, berkas kembali dikirim ke Kejaksaan Negeri Demak dengan Nomor :B/4430/XI/2020, tanggal 30 November 2020. Berkas perkara dinyatakan P21 dari Kejaksaan Negeri Demak dengan Nomor :B-1650/M.3.31/Eku.1/12/2020 tanggal 10 Desember 2020.

“Berdasarkan surat P21 dari kejaksaan negeri dan hasil koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Demak agar tersangka dan barang bukti diserahkan ke Kejaksaan Negeri Demak. Dan dari Kejaksaan Negeri Demak meminta kepada penyidik sebelum dilakukan penyerahan terhadap tersangka dan barang bukti maka tersangka dilakukan penahanan terlebih dahulu sesuai dengan berita acara koordinasi dengan penyidik Sat Reskrim Polres Demak,” jelasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Daycare Little Aresha...
Daycare Little Aresha Jogja Dipastikan Tak Berizin, Polisi Tetapkan 13 Tersangka
Sahroni Desak Semua...
Sahroni Desak Semua Pengurus Daycare Yogyakarta yang Terlibat dalam Dugaan Penganiayaan Anak Dipidana
Murid TPQ Dianiaya Guru...
Murid TPQ Dianiaya Guru di Probolinggo, Kemenag Minta Aparat Proses Hukum Pelaku
500 Pemudik PDBN Nikmati...
500 Pemudik PDBN Nikmati Perjalanan Mudik Gratis dari Jakarta ke Demak
Ibu Tiri Ditetapkan...
Ibu Tiri Ditetapkan Jadi Tersangka Penganiaya Anaknya hingga Tewas di Sukabumi
Betrand Peto Mengaku...
Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah, KPAI Sarankan Segera Lapor Polisi
Ruben Onsu Syok Lihat...
Ruben Onsu Syok Lihat Betrand Peto Menangis, Siap Ajak Onyo Bicara dari Hati ke Hati
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
Rekomendasi
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Berita Terkini
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved