Misteri Virus Corona, Diriset China Didanai AS
Jum'at, 17 April 2020 - 09:30 WIB
loading...
A
A
A
“Kami sedang melakukan penyelidikan yang sangat teliti terhadap situasi mengerikan yang terjadi ini,” katanya. Namun, dia menolak membahas itu dengan Presiden China Xi Jinping dengan alasan tidak pantas.
Sejak Februari, Institut Virologi Wuhan telah menepis desas-desus yang menyebut virus corona baru kemungkinan telah disintesis secara buatan di salah satu laboratoriumnya atau mungkin melarikan diri dari fasilitas tersebut.
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo, dalam wawancara dengan Fox News Channel setelah konferensi pers Trump, mengatakan;"Kami tahu virus ini berasal dari Wuhan, China, dan bahwa Institut Virologi hanya beberapa mil jauhnya dari pasar 'basah'."
“Kami benar-benar membutuhkan pemerintah China untuk membuka diri dan membantu menjelaskan bagaimana sebenarnya penyebaran virus ini,” kata Pompeo. "Pemerintah China perlu berterus terang," katanya lagi.
Menanggapi gelombang tuduhan itu, Kementerian Luar Negeri China meminta masyarakat internasional berpegang pada apa yang disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut kementerian tersebut, WHO sudah mengatakan bahwa tidak ada bukti COVID-19 dibuat di sebuah laboratorium di Wuhan.
Bantahan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China. "Dirketur Jenderal WHO telah berulang kali menyatakan bahwa belum ada bukti yang menunjukkan bahwa virus itu dibuat di laboratorium," kata Zhao dalam siaran pers kemarin.
Sejak Februari, Institut Virologi Wuhan telah menepis desas-desus yang menyebut virus corona baru kemungkinan telah disintesis secara buatan di salah satu laboratoriumnya atau mungkin melarikan diri dari fasilitas tersebut.
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo, dalam wawancara dengan Fox News Channel setelah konferensi pers Trump, mengatakan;"Kami tahu virus ini berasal dari Wuhan, China, dan bahwa Institut Virologi hanya beberapa mil jauhnya dari pasar 'basah'."
“Kami benar-benar membutuhkan pemerintah China untuk membuka diri dan membantu menjelaskan bagaimana sebenarnya penyebaran virus ini,” kata Pompeo. "Pemerintah China perlu berterus terang," katanya lagi.
Menanggapi gelombang tuduhan itu, Kementerian Luar Negeri China meminta masyarakat internasional berpegang pada apa yang disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut kementerian tersebut, WHO sudah mengatakan bahwa tidak ada bukti COVID-19 dibuat di sebuah laboratorium di Wuhan.
Bantahan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China. "Dirketur Jenderal WHO telah berulang kali menyatakan bahwa belum ada bukti yang menunjukkan bahwa virus itu dibuat di laboratorium," kata Zhao dalam siaran pers kemarin.
Lihat Juga :