Pemerintah Ngotot Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Ribka PDIP Tegaskan Menolak
Kamis, 14 Mei 2020 - 22:54 WIB
loading...
A
A
A
“Rakyat justru sedang bingung dan terhimpit. Apalagi yang di-PHK, tidak bisa bayar kontrakan rumah, anak mau masuk sekolah, pekerjaan ke depan bagaimana? Masa malah BPJS naik,” keluh politikus kelahiran Juli 1959 tersebut.
(Baca: Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi, Peneliti Sosial: MA Perlu Tinjau Perpres 64/2020)
Ribka pun menyindir pemerintah agar lebih sensitif terhadap berbagai keluhan yang dialami masyarakat saat ini. Bukan malah menambah beban mereka.
Di sisi lain, menurut dia, kebijakan tersebut hanya bisa diakomodir karena tinggal mengeksekusi hasil keputusan MA saja. Makanya, keputusan penaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut harus dipertanyakan.
“Kalau perlu tidak dinaikkan, bahkan dibebaskan. Seperti pajak dibebaskan, bensin untuk ojol (ojek online) aja bisa 30 persen sampai 50 persen. Ini kenapa BPJS malah naik? Lama-lama orang bisa tidak bayar BPJS,” katatnya.
(Baca: Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi, Peneliti Sosial: MA Perlu Tinjau Perpres 64/2020)
Ribka pun menyindir pemerintah agar lebih sensitif terhadap berbagai keluhan yang dialami masyarakat saat ini. Bukan malah menambah beban mereka.
Di sisi lain, menurut dia, kebijakan tersebut hanya bisa diakomodir karena tinggal mengeksekusi hasil keputusan MA saja. Makanya, keputusan penaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut harus dipertanyakan.
“Kalau perlu tidak dinaikkan, bahkan dibebaskan. Seperti pajak dibebaskan, bensin untuk ojol (ojek online) aja bisa 30 persen sampai 50 persen. Ini kenapa BPJS malah naik? Lama-lama orang bisa tidak bayar BPJS,” katatnya.
Lihat Juga :