Hanya 30% Toko Modern di Cimahi Beri Space Penjualan Produk Lokal
Rabu, 06 Januari 2021 - 01:20 WIB
loading...
A
A
A
"Kita pendekatannya persuasif, kebanyakan pengelola toko modern welcome dan siap, hanya kadang masih ada beberapa kendala," sebutnya.
(Baca juga: Dua Hari Setelah Naik Pangkat, Kapolsek Sambong Blora Meninggal Dunia COVID-19 )
Kendala itu seperti, kapasitas produksi UMKM yang masih terbatas, kontinyuitas produksinya, QC (Quality Control) tidak dilakukan secara intens, dll. Sementara untuk bisa menjual produknya di toko modern, pelaku UMKM harus mengantongi perizinan. Seperti Izin Usaha Mikro (IUM), izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), batas kadaluarsa, komposisi makanan, dan label halal.
"Banyak UMKM yang memiliki persyaratan itu, hanya memang yang sudah berjalan masuk ke toko modern kebanyakan produk cemilan kering, dan kue basah," imbuhnya.
(Baca juga: Dua Hari Setelah Naik Pangkat, Kapolsek Sambong Blora Meninggal Dunia COVID-19 )
Kendala itu seperti, kapasitas produksi UMKM yang masih terbatas, kontinyuitas produksinya, QC (Quality Control) tidak dilakukan secara intens, dll. Sementara untuk bisa menjual produknya di toko modern, pelaku UMKM harus mengantongi perizinan. Seperti Izin Usaha Mikro (IUM), izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), batas kadaluarsa, komposisi makanan, dan label halal.
"Banyak UMKM yang memiliki persyaratan itu, hanya memang yang sudah berjalan masuk ke toko modern kebanyakan produk cemilan kering, dan kue basah," imbuhnya.
(msd)
Lihat Juga :