Karawang-Depok Siaga I COVID-19, Gubernur Jabar Minta Bantuan TNI/Polri

Selasa, 05 Januari 2021 - 16:44 WIB
loading...
Karawang-Depok Siaga...
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta bantuan TNI/Polri untuk membantu penanganan COVID-19 di Kabupaten Karawang dan Kota Depok yang masih zona merah. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta bantuan jajaran TNI/Polri dari Polda Jabar, Polda Metro Jaya, Kodam III/Siliwangi, dan Kodam Jaya untuk membantu penanganan COVID-19 di Kabupaten Karawang dan Kota Depok.

(Baca juga: Update Corona: 779.548 Positif, 645.746 Sembuh, 23.109 Meninggal)

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengungkapkan, selama sebulan terakhir Kabupaten Karawang dan Kota Depok terus berada di zona merah. Selain itu tingkat keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 di kedua daerah itu sudah masuk kategori darurat karena banyaknya pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan.

(Baca juga: Kecelakaan Maut di Tol Semarang Berujung Tewasnya Chacha Sherly, Ini Kata Polisi)

"Kami siaga I di dua daerah, yaitu Depok dan Karawang karena Depok dan Karawang sudah 4 minggu zona merah terus dalam catatan kami, (daerah) yang lain naik turun hilang berganti, tapi dari awal Desember sampai awal Januari Depok dan Karawang masih zona merah," tutur Kang Emil di Bandung, Selasa (5/1/2021).

Oleh karena itu, Kang Emil meminta jajaran Polda Jabar dan Kodam III/Siliwangi membantu penanganan COVID-19 Kabupaten Karawang. Bantuan serupa pun dimintakan kepada Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya, khususnya untuk penanganan di Kota Depok.

"Jadi, saya sudah arahkan Polda Metro, Kodam Jaya membantu memaksimalkan penanganan di Depok dan Kodam III Siliwangi dan Polda Jabar kita segera menuju Karawang," katanya.

Kang Emil membeberkan, tingkat keterisian RS rujukan COVID-19 di kedua daerah tersebut sudah penuh. Bahkan, kapasitas pusat-pusat isolasi pun sudah melampaui kapasitas yang tersedia hingga 110%.

"Keterisian ruang isolasi juga sudah darurat, di Karawang keterisiannya 110 persen. Jadi, ini mungkin rekor terburuk yang pernah ada, sehingga harus kita lakukan upaya-upaya luar biasa," ujarnya.

Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, selain Kabupaten Karawang dan Kota Depok, terdapat beberapa daerah lain yang masuk dalam zona merah COVID-19 berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan selama sepekan terakhir, yakni Kabupaten Cirebon, Kota Bekasi, Kota Tasikmalaya.

Di sisi lain, Kang Emil juga mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pascalibur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, meski tidak signifikan.

Dia juga menyebutkan, berdasarkan hasil evaluasi sepekan terakhir, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Jabar saat ini berada di angka 85% dan tingkat kematian 1,3% atau lebih rendah dibandingkan angka rata-rata nasional di angka 3%.

"Kami berkesimpulan libur panjang ini memang masih berdampak, tapi tidak setinggi libur-libur panjang sebelumnya. Yang kita waspadai adalah kapasitas perawatan yang terus kita upayakan. Alhamdulillah gedung-gedung negara, TNI/Polri yang dipersiapkan untuk merawat juga sudah berfungsi," katanya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lonjakan Covid-19 di...
Lonjakan Covid-19 di Jakarta sejak Awal 2025 Tembus 38 Kasus
Pasuruan Masuk Zona...
Pasuruan Masuk Zona Merah Pilkada Imbas Mobil Gus Mujib Dilempari Batu
Ini Daftar 7 Wilayah...
Ini Daftar 7 Wilayah Zona Merah Tsunami Gempa Megathrust di Bengkulu
Korupsi APD Covid-19,...
Korupsi APD Covid-19, Kejaksaan Tahan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut
Ridwan Kamil Menang...
Ridwan Kamil Menang Telak Bila Maju dalam Pilkada Jawa Barat
Bupati Manggarai Pecat...
Bupati Manggarai Pecat 249 Tenaga Kesehatan Non-ASN, Ada Apa?
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
Berita Terkini
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Infografis
Covid-19 Varian EG.5...
Covid-19 Varian EG.5 di Singapura Sudah Menyebar ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved