Tiba di KNIA, 40 Ribu Vaksin Covid-19 Akan Didistribusikan di Sumut
Selasa, 05 Januari 2021 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
Pengawalan Vaksin Covid tersebut dipimpin oleh Danden Gegana Sat Brimob Polda Sumut Kompol Hendriyanto dengan melibatkan 23 personil dan menurunkan 1 Mobil Wolf, 1 Mobil Commodo, 1 Mobil Toyota Hiace KBR, 1 Mobil EOD Jibom dan Mobil Double Cabin.
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengatakan awalnya Pemprov Sumut mengajukan 72.451 vial vaksin sesuai jumlah tenaga kesehatan medis (nakes) yang merawat pasien Covid-19 di Sumut.
"Seharusnya untuk Sumut kebutuhannya di 33 Kabupaten/Kota terkhusus tenaga kesehatan ada 72.451. Kebutuhannya sesuai yang kita ajukan, tapi yang ada sekarang 40 ribu vial," jelasnya di Rumah Dinas Gubernur. (Baca juga: BPOM Pastikan Mutu Vaksin Sinovac Aman dari Bahan Berbahaya)
Untuk teknis pembagiannya, kata Edy, nanti akan diatur Kepala Dinas Kesehatan Sumut. "Fokusnya nanti kepada orang yang kontak langsung dengan pasien Covid-19 di Rumah Sakit," ungkapnya.
Pembagiannya vaksin itu, lanjut Gubernur, akan divaksinasi kepada nakes mulai tanggal 14 Januari 2021. "Tanggal 14 Januari nanti harus dimulai. Dari tanggal 1 Januari sudah dipelajari, namun dengan jumlah yang berbeda akan dikaji kembali fokus dengan jumlah 40 ribu tenaga kesehatan," pungkasnya.
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengatakan awalnya Pemprov Sumut mengajukan 72.451 vial vaksin sesuai jumlah tenaga kesehatan medis (nakes) yang merawat pasien Covid-19 di Sumut.
"Seharusnya untuk Sumut kebutuhannya di 33 Kabupaten/Kota terkhusus tenaga kesehatan ada 72.451. Kebutuhannya sesuai yang kita ajukan, tapi yang ada sekarang 40 ribu vial," jelasnya di Rumah Dinas Gubernur. (Baca juga: BPOM Pastikan Mutu Vaksin Sinovac Aman dari Bahan Berbahaya)
Untuk teknis pembagiannya, kata Edy, nanti akan diatur Kepala Dinas Kesehatan Sumut. "Fokusnya nanti kepada orang yang kontak langsung dengan pasien Covid-19 di Rumah Sakit," ungkapnya.
Pembagiannya vaksin itu, lanjut Gubernur, akan divaksinasi kepada nakes mulai tanggal 14 Januari 2021. "Tanggal 14 Januari nanti harus dimulai. Dari tanggal 1 Januari sudah dipelajari, namun dengan jumlah yang berbeda akan dikaji kembali fokus dengan jumlah 40 ribu tenaga kesehatan," pungkasnya.
(don)
Lihat Juga :