Arus Balik Libur Nataru Dari Sumatera Menuju Jawa Mulai Naik, Diprediksi Hari Ini Puncaknya
Minggu, 03 Januari 2021 - 05:30 WIB
loading...
Lonjakan penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, yang akan menyeberang ke Pulau Jawa, mulai mengalami peningkatan. Foto/iNews TV/Heri Fulistiawan
A
A
A
LAMPUNG SELATAN - Pasca libur tahun baru 2021 , ratusan ribu pemudik asal Pulau Jawa, masih bertahan di Pulau Sumatera. Berdasarkan pantauan di Pelabuhan Bakauheni Lampung, arus kedatangan penumpang yang akan menyeberang ke Pulau Jawa, masih lancar. Diperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada Minggu (3/1/2021).
(Baca juga: Puncak Arus Balik menuju DKI Jakarta Diprediksi Terjadi Besok )
Menurut data di Posko Nataru ASDP, diperkirakan masih ada sebanyak 119.738 pemudik asal Pulau Jawa, yang masih bertahan di Pulau Sumatera. Hitungan ini, menurut General Manager PT ASDP Bakauheni, Capt. Solikin dilihat dari perbandingan jumlah penumpang yang menyeberang ke Pulau Sumatera, melalui Pelabuhan Merak, dengan data penumpang yang sudah kembali ke Pulau Jawa, melalui Pelabuhan Bakauheni.
"Sejak H-7 hingga H+6 libur tahun baru 2021 , jumlah penumpang yang belum kembali masih ada sekitar 24 persen, atau berjumlah 119.738 orang. Sementara untuk kendaraan roda dua ada sekitar 52 persen atau sekitar 11.764 kendaraan, dan untuk kendaraan roda empat masih ada selisih 17 persen atau masih ada 16.468 unit kendaraan," tuturnya.
(Baca juga: Puncak Arus Balik menuju DKI Jakarta Diprediksi Terjadi Besok )
Menurut data di Posko Nataru ASDP, diperkirakan masih ada sebanyak 119.738 pemudik asal Pulau Jawa, yang masih bertahan di Pulau Sumatera. Hitungan ini, menurut General Manager PT ASDP Bakauheni, Capt. Solikin dilihat dari perbandingan jumlah penumpang yang menyeberang ke Pulau Sumatera, melalui Pelabuhan Merak, dengan data penumpang yang sudah kembali ke Pulau Jawa, melalui Pelabuhan Bakauheni.
"Sejak H-7 hingga H+6 libur tahun baru 2021 , jumlah penumpang yang belum kembali masih ada sekitar 24 persen, atau berjumlah 119.738 orang. Sementara untuk kendaraan roda dua ada sekitar 52 persen atau sekitar 11.764 kendaraan, dan untuk kendaraan roda empat masih ada selisih 17 persen atau masih ada 16.468 unit kendaraan," tuturnya.
Lihat Juga :