Stress Corona, Mahasiswa UM Surabaya Ciptakan 'Pandemic Walker'

Kamis, 14 Mei 2020 - 15:15 WIB
loading...
Stress Corona, Mahasiswa...
Eza Krismayanti, bersama timnya menunjukkan Game Pandemic Walker di UM Surabaya, Kamis (14/5/2020). Foto/SINDONews/Ali Masduki
A A A
SURABAYA - Pandemi COVID-19 telah berdampak terhadap kesehatan mental masyarakat. Khusunya mahasiswa yang menjalani aktivitas belajar di rumah. Stres berat di tengah pandemi bukan masalah sepele. Sebab, stres dapat mempengaruhi kesehatan fisik atau yang disebut psikosomatik.

(Baca juga: Nyanyian Merdu Melody Membasuh Keresahan di Tengah Pandemi )

Gejala-gejala psikomatik seperti tidak nafsu makan, sering pusing dan malas beraktivitas sudah dialami oleh beberapa mahasiswa. Salah satunya, Eza Krismayanti, mahasiswa D3 Keperawatan UM Surabaya. Ia mulai merasa mengalami stres, cemas dan bosan dengan kondisi yang tidak pasti ini. Ditambah dengan banyaknya informasi yang kurang menggembirakan di tengah pandemik Korona.

Saat dilanda stres berat di rumah, Eza, panggilan akrab, muncul ide untuk membuat game edukasi bernama "Pandemic Walker". Menurutnya, Game ini bertujuan untuk membangun narasi yang optimis dan positif di masyarakat dengan cara yang menyenangkan, melawan bosan agar betah dan tidak stres di rumah, dan sarana edukasi tentang COVID-19.

Stress Corona, Mahasiswa UM Surabaya Ciptakan 'Pandemic Walker'


“Saat merasa stress karena harus di rumah selama beberapa bulan. Lalu, saya punya ide membuat game sebagai penurun stres juga sebagai sarana masyarakat untuk belajar tentang pencegahan virus corona dengan cara yang menyenangkan," katanya saat ditemui di kampus UMSurabaya, Kamis (14/5/2020).

Eza berkolarasi dengan Mochamad Risky Tri Yulianto, mahasiswa Teknik Elektro. Menurut Rizky, sapaan akrabnya, game ini bisa dimainkan oleh siapapun. Dan, game ini akan segera dinikmati oleh semua masyarakat melalui fitur Play Store.

Menurutnya, game ini mengandung pesan pencegahan dan cara memproteksi diri dari virus Corona. Ia menjelaskan, saat memainkan game, seseorang harus bisa mempertahakan badannya dari kontaminasi virus. Seseorang harus mencari jalan keluar dari kerumunan. Berjalan dengan tetap menjaga jarak. Lalu, mencari masker, hand sanitizer dan tempat cuci tangan sebagai langkah pencegahan.

"Jika banyak terkontaminasi virus, maka game akan berakhir dan dimulai lagi sampai menemukan jalan keluar dengan badan tidak membawa virus corona," jelasnya.

Stress Corona, Mahasiswa UM Surabaya Ciptakan 'Pandemic Walker'


Proses pembuat game, Eza Krismayanti dan Mochamad Risky Tri Yulianto dibimbing oleh Lukman Hakim. Menurut Lukman, proses pembuatan Game Pandemic Walker ini butuh dua minggu.

"Persiapan kami saat membuat game ini adalah buat alur cerita, menyiapkan materi di dalam game hingga outpun game yang diharapkan. Kami pun memberikan panduan pencegahan penularan virus corona di game 'Pandemic Walker' ini," Ujar Lukman

Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA) UM Surabaya, Junaidi Fery Efendi sangat mengapresiasi produk inovasi mahasiswa berupa game edukasi ini. Menurutnya, Game Pandemic Walker dapat menjadi sarana belajar masyarakat selama di rumah.

"Sudah ada beberapa inovasi yang diciptakan oleh mahasiswa UMSurabaya di tengah Pandemik Korona ini, salah satunya game edukasi Pandemic Walker," Ujar Junaidi.

Ia menjelaskan, UMSurabaya mengajak mahasiswanya untuk terlibat dalam mencari solusi melalui produk inovasi. Ke depan, akan ada lagi inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR Apresiasi...
Anggota DPR Apresiasi Semangat Anak Muda Hadirkan Aplikasi yang Berdayakan Peternak Lokal
Transformasi Digital...
Transformasi Digital di KBN melalui Go Live Aplikasi SAP
Ledakan SMAN 72 Jakarta,...
Ledakan SMAN 72 Jakarta, Prabowo Isyaratkan Pembatasan Game Online
KPAI Minta Game Kekerasan...
KPAI Minta Game Kekerasan Diblokir, Praktisi: Aktivitas Digital Anak Harus Diawasi
Aplikasi Belas Kasih...
Aplikasi Belas Kasih Diluncurkan di Bogor, Mudahkan Masyarakat Berdonasi
Mobile Legends: Bang...
Mobile Legends: Bang Bang Gelar Tongkrongan MLBB di Tiga Kota Jatim
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
BTN Dukung Transaksi...
BTN Dukung Transaksi Digital Indonesia Coffee Expo 2026 lewat Aplikasi Bale
Akui Pernah Lakukan...
Akui Pernah Lakukan KDRT ke Istri, Dede Sunandar Ungkap Alasannya
Rekomendasi
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Berita Terkini
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Konsolidasi Kekuatan...
Konsolidasi Kekuatan di Jawa Barat, Perindo Targetkan Basis Kemenangan dan Model Nasional
Polisi Sebut Aksi Unjuk...
Polisi Sebut Aksi Unjuk Rasa BEM UI di Bundaran HI Tak Sesuai Aturan
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved