Kapal Selam Nuklir China Uji Tembak Rudal Balistik, Bisa Jangkau AS
Kamis, 14 Mei 2020 - 13:35 WIB
loading...
A
A
A
JL-3 terbaru diperkirakan akan sepenuhnya terintegrasi dengan kapal selam generasi berikutnya Type 096 pada 2025. Tahun lalu, rudal DF-17 China menjadi senjata hipersonik pertama di dunia yang beroperasi. Tetapi DF-17 diyakini didorong oleh mesin roket tradisional.
Mesin antariksa menjadi andalan senjata hipersonik karena menopang penerbangan dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara. Mesin seperti itu menghirup dan mendinginkan udara yang terlalu panas selama terbang dengan kecepatan hipersonik sebagai oksidan.
Sejauh mana kemajuan China dalam pengembangan mesin seperti itu tidak diketahui, tetapi nominasi penghargaan menunjukkan bahwa pekerjaan penelitian yang signifikan telah selesai. (Baca juga; Bukan Gertak Sambal, China Realisasikan Ancamannya pada Australia )
Para ilmuwan di balik sistem docking memenangkan penghargaan mereka untuk mengetahui cara menghubungkan pesawat ruang angkasa dengan aman dan efisien ke stasiun ruang angkasa di orbit ketika keduanya bergerak pada kecepatan kosmik pertama 7,9 km/s (4,9 mil per detik).
Penghargaan Nasional untuk Keunggulan dalam Inovasi diluncurkan pada tahun 2017 dan dimaksudkan untuk diadakan setiap tiga tahun. Pemenang edisi pertama termasuk tim yang bekerja pada sistem satelit BeiDou, roket Long March-5 dan sistem listrik terintegrasi kapal perang di PLA Naval University of Engineering.
Mesin antariksa menjadi andalan senjata hipersonik karena menopang penerbangan dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara. Mesin seperti itu menghirup dan mendinginkan udara yang terlalu panas selama terbang dengan kecepatan hipersonik sebagai oksidan.
Sejauh mana kemajuan China dalam pengembangan mesin seperti itu tidak diketahui, tetapi nominasi penghargaan menunjukkan bahwa pekerjaan penelitian yang signifikan telah selesai. (Baca juga; Bukan Gertak Sambal, China Realisasikan Ancamannya pada Australia )
Para ilmuwan di balik sistem docking memenangkan penghargaan mereka untuk mengetahui cara menghubungkan pesawat ruang angkasa dengan aman dan efisien ke stasiun ruang angkasa di orbit ketika keduanya bergerak pada kecepatan kosmik pertama 7,9 km/s (4,9 mil per detik).
Penghargaan Nasional untuk Keunggulan dalam Inovasi diluncurkan pada tahun 2017 dan dimaksudkan untuk diadakan setiap tiga tahun. Pemenang edisi pertama termasuk tim yang bekerja pada sistem satelit BeiDou, roket Long March-5 dan sistem listrik terintegrasi kapal perang di PLA Naval University of Engineering.
(wib)
Lihat Juga :