Bangun Sistem Digital, Baznas Jabar Targetkan Penerimaan Zakat hingga Rp1,2 Triliun
Senin, 28 Desember 2020 - 13:37 WIB
loading...
A
A
A
"Semua proses didigitalkan. Memudahkan orang berzakat, memudahakan orang menerima zakat," ujarnya.
Lebih lanjut Anang mengatakan, sistem digital tersebut akan diwujudkan, salah satunya melalui kehadiran aplikasi yang dinamakan Zakat Express untuk penerimaan dan pengelolaan zakat bekerja sama dengan Bank Jabar Banten (BJB) Syariah.
"Ditargetkan, masyarakat bisa mengunduh atau mengoperasikannya sebelum bulan Ramadhan tahun 2021," katanya.
Disinggung soal penerima zakat yang dikelola Baznas, Anang menyebutkan, selain delapan asnaf (kategori penerima zakat), Baznas Jabar bakal mendukung sejumlah program Pemprov Jabar, seperti Sekoper Cinta, Beasiswa Ulama, One Pesantren One Product (OPOP), hingga program Tebus Bayi.
"Selain kepada delapan asnaf, ada partner pendistribusiannya. Contoh, untuk rumah rubuh, rutilahu (rumah tidak layak huni) hingga tebus bayi, seperti di beberapa RS (rumah sakit) kan banyak tergadaikan karena belum bisa bayar administrasi. Nah, nanti bisa ditebus dengan Zakat Express," paparnya seraya berharap, jumlah muzaki (pemberi zakat) yang kini jumlahnya sekitar dua juta orang dapat bertambah signifikan dengan kehadiran aplikasi Zakat Express.
Lebih lanjut Anang mengatakan, sistem digital tersebut akan diwujudkan, salah satunya melalui kehadiran aplikasi yang dinamakan Zakat Express untuk penerimaan dan pengelolaan zakat bekerja sama dengan Bank Jabar Banten (BJB) Syariah.
"Ditargetkan, masyarakat bisa mengunduh atau mengoperasikannya sebelum bulan Ramadhan tahun 2021," katanya.
Disinggung soal penerima zakat yang dikelola Baznas, Anang menyebutkan, selain delapan asnaf (kategori penerima zakat), Baznas Jabar bakal mendukung sejumlah program Pemprov Jabar, seperti Sekoper Cinta, Beasiswa Ulama, One Pesantren One Product (OPOP), hingga program Tebus Bayi.
"Selain kepada delapan asnaf, ada partner pendistribusiannya. Contoh, untuk rumah rubuh, rutilahu (rumah tidak layak huni) hingga tebus bayi, seperti di beberapa RS (rumah sakit) kan banyak tergadaikan karena belum bisa bayar administrasi. Nah, nanti bisa ditebus dengan Zakat Express," paparnya seraya berharap, jumlah muzaki (pemberi zakat) yang kini jumlahnya sekitar dua juta orang dapat bertambah signifikan dengan kehadiran aplikasi Zakat Express.
Lihat Juga :