Lokalisasi Alaska Kendal Tetap Buka, Puluhan PSK dan Germo Digaruk
Kamis, 16 April 2020 - 22:38 WIB
loading...
Puluhan pemandu karaoke dan germo diamankan Satpol PP Kabupaten Kendal, Kamis (15/4/2020) sore. FOTO/iNews/EDDIE PRAYITNO
A
A
A
KENDAL - Puluhan pemandu karaoke dan germo diamankan Satpol PP Kabupaten Kendal, Kamis (15/4/2020) sore. Meski sudah ada larangan untuk tidak melakukan kegiatan mengumpulkan orang banyak, tapi lokalisasi Alaska Patean tetap buka dan mengundang banyak orang.
Petugas Satpol PP dan Damkar Kendal langsung mendatangi satu per satu ruangan yang digunakan untuk karaoke di lokalisasi Alas Karet Patean, Kamis (15/4/2020) sore. Puluhan wanita pemandu lagu tampak asyik melayani tamu di tengah masa pandemi Covid-19. Seakan tidak takut dengan bahaya virus corona, mereka asyik menikmati hiburan tanpa mengunakan masker dan menjaga jarak.
Melihat hal itu, petugas bertindak tegas. Puluhan pemandu lagu serta pengelola hiburan karaoke dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.
Salah satu pemilik karaoke, Sedar mengakui kesalahannya karena saat ini sudah ada imbauan untuk tidak membuka usahanya selama masa pandemi corona. Namun dia berdalih terdesak kebutuhan hidup sehingga terpaksa membuka usahanya dalam dua hari terakhir.
"Kalau tidak buka, tidak bisa makan. Pemerintah sampai saat ini juga belum memberikan bantuan untuk rakyat kecil," katanya.
Petugas Satpol PP dan Damkar Kendal langsung mendatangi satu per satu ruangan yang digunakan untuk karaoke di lokalisasi Alas Karet Patean, Kamis (15/4/2020) sore. Puluhan wanita pemandu lagu tampak asyik melayani tamu di tengah masa pandemi Covid-19. Seakan tidak takut dengan bahaya virus corona, mereka asyik menikmati hiburan tanpa mengunakan masker dan menjaga jarak.
Melihat hal itu, petugas bertindak tegas. Puluhan pemandu lagu serta pengelola hiburan karaoke dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.
Salah satu pemilik karaoke, Sedar mengakui kesalahannya karena saat ini sudah ada imbauan untuk tidak membuka usahanya selama masa pandemi corona. Namun dia berdalih terdesak kebutuhan hidup sehingga terpaksa membuka usahanya dalam dua hari terakhir.
"Kalau tidak buka, tidak bisa makan. Pemerintah sampai saat ini juga belum memberikan bantuan untuk rakyat kecil," katanya.
Lihat Juga :