Rekening Bank Belasan Warga Cengkareng Dibobol lewat Skiming ATM
Kamis, 14 Mei 2020 - 08:16 WIB
loading...
A
A
A
"Rata-rata yang uang yang dicuri itu senilai Rp10 juta. Nasabah yang memiliki M-Banking bisa langsung sadar saat uangnya dicuri, tidak seperti saya sampai Rp29 juta, karena tidak sadar," jelas Yudi.
Menurut Yudi, jika ditotal kerugian 19 warga rusun mencapai Rp200 juta karena menjadi korban skimming di ATM tersebut. Namun pihaknya mendengar bahwa pihak bank sudah pernah mengirimkan petugas ke ATM tersebut untuk mengecek lebih lanjut. Hasilnya tidak ada mesin ATM yang bermasalah.
"Namun rata-rata uang nasabah yang hilang itu yang masih pakai kartu lama berwarna hijau. Jadi yang belum ada chipnya," papar Yudi.
Terhadap hal itu, rencananya hari ini, Kamis (14/5/2020) para nasabah yang menjadi korban mendatangi kantor bank pusat untuk melaporkan kejadian tersebut. "Sampai tidak ada tanggapan juga, terpaksa kami melaporkan hal itu ke aparat kepolisian," tandasnya.
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Antonius mengaku belum menerima laporan dugaan tindak kejahatan skimming di wilayah tersebut. "Sampai saat ini kami belum menerima laporan. Namun kalau sudah ada laporan kami siap proses," ujarnya dikonfirmasi.
Menurut Yudi, jika ditotal kerugian 19 warga rusun mencapai Rp200 juta karena menjadi korban skimming di ATM tersebut. Namun pihaknya mendengar bahwa pihak bank sudah pernah mengirimkan petugas ke ATM tersebut untuk mengecek lebih lanjut. Hasilnya tidak ada mesin ATM yang bermasalah.
"Namun rata-rata uang nasabah yang hilang itu yang masih pakai kartu lama berwarna hijau. Jadi yang belum ada chipnya," papar Yudi.
Terhadap hal itu, rencananya hari ini, Kamis (14/5/2020) para nasabah yang menjadi korban mendatangi kantor bank pusat untuk melaporkan kejadian tersebut. "Sampai tidak ada tanggapan juga, terpaksa kami melaporkan hal itu ke aparat kepolisian," tandasnya.
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Antonius mengaku belum menerima laporan dugaan tindak kejahatan skimming di wilayah tersebut. "Sampai saat ini kami belum menerima laporan. Namun kalau sudah ada laporan kami siap proses," ujarnya dikonfirmasi.
(thm)
Lihat Juga :