Tempat Wisata di Semarang Tetap Buka Saat Nataru, Hendi Prioritaskan Kepatuhan Prokes
Rabu, 23 Desember 2020 - 11:05 WIB
loading...
Kampung wisata Taman Lele Kota Semarang./foto Istimewa
A
A
A
SEMARANG - Meski tak melarang kegiatan usaha dan pariwisata tetap buka pada saat momen Natal dan tahun baru (Nataru), namun Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan tidak memasang target kunjungan.
Pasalnya, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu lebih memprioritaskan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes), terlebih yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata.
“Kami tidak targetkan tingkat kunjungan wisatawan. Kami lebih menekankan kepada melayani wisatawan yang datang secara baik, supaya bisa nyaman di kota Semarang. Untuk itu penegakan protokol kesehatan akan terus kami pantau,” kata Hendi, Selasa (22/12/2020).
Dirinya mengharapkan meskipun dengan protokol kesehatan yang ketat pihaknya harus ekstra kerja keras menghadapi momen natal dan tahun baru, namun hal tersebut harus dilakukan agar kebijakan memperboleh kegiatan pariwisata dapat benar - benar berdampak positif.
"Yang pasti kami tidak ingin liburan Natal dan tahun baru berpotensi menimbulkan klaster baru penambahan kasus Covid-19. Sehingga Saya instruksikan kepada sedulur - sedulur di Pemerintah Kota Semarang,khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk memperketat penerapan protokol kesehatan di obyek-obyek wisata yang ada di Kota Semarang", katanya.
Pasalnya, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu lebih memprioritaskan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes), terlebih yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata.
“Kami tidak targetkan tingkat kunjungan wisatawan. Kami lebih menekankan kepada melayani wisatawan yang datang secara baik, supaya bisa nyaman di kota Semarang. Untuk itu penegakan protokol kesehatan akan terus kami pantau,” kata Hendi, Selasa (22/12/2020).
Dirinya mengharapkan meskipun dengan protokol kesehatan yang ketat pihaknya harus ekstra kerja keras menghadapi momen natal dan tahun baru, namun hal tersebut harus dilakukan agar kebijakan memperboleh kegiatan pariwisata dapat benar - benar berdampak positif.
"Yang pasti kami tidak ingin liburan Natal dan tahun baru berpotensi menimbulkan klaster baru penambahan kasus Covid-19. Sehingga Saya instruksikan kepada sedulur - sedulur di Pemerintah Kota Semarang,khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk memperketat penerapan protokol kesehatan di obyek-obyek wisata yang ada di Kota Semarang", katanya.
Lihat Juga :