Pertamina Hulu Rokan Siap Perkuat Industri Minyak Nasional
Selasa, 22 Desember 2020 - 07:11 WIB
loading...
ilustrasi
A
A
A
SURABAYA - Mulai Agustus 2021 mendatang, blok minyak raksasa Rokan di Riau akan diambil alih PT Pertamina (Persero) dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Data Satuan Kerja Minyak dan Gas Bumi mencatat, hingga April 2018 produksi minyak di blok Rokan mencapai 210.280,60 BOPD dan produksi gas sebesar 24,26 MMSCFD.
Blok ini pernah berjaya karena produksi minyaknya yang paling tinggi di antara blok migas lainnya. Blok Rokan luasnya mencapai 220 kilometer persegi dengan lebih dari 96 sumur minyak. Tiga diantaranya memiliki potensi minyak yang besar yaitu sumur Duri, Minas dan Bekasap. "Mengelola Blok Rokan bukan hal mudah karena ini blok tua," kata Direktur PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), RP Yudantoro, Senin (21/12/2020).
(Baca juga: Suzuki New Carry Minibus dan Blind Van Karoseri Mengaspal di Jatim, Ini Harganya )
Dia menambahkan, ada sejumlah tantangan lain yang dihadapi PHR dalam mengelola blok ini. Salah satunya, pandemi COVID-19. Pandemi ini berdampak cukup besar terhadap perekonomian, termasuk industri minyak.
"Tantangan ini bisa dijawab dengan kekompakan seluruh personel PHR. Kami sedang membangun rumah baru. Semua harus kompak. Apalagi produksi ditargetkan mencapai 300.000 barel per hari. Dan kami siap memperkuat industri minyak nasional," imbuhnya.
Blok ini pernah berjaya karena produksi minyaknya yang paling tinggi di antara blok migas lainnya. Blok Rokan luasnya mencapai 220 kilometer persegi dengan lebih dari 96 sumur minyak. Tiga diantaranya memiliki potensi minyak yang besar yaitu sumur Duri, Minas dan Bekasap. "Mengelola Blok Rokan bukan hal mudah karena ini blok tua," kata Direktur PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), RP Yudantoro, Senin (21/12/2020).
(Baca juga: Suzuki New Carry Minibus dan Blind Van Karoseri Mengaspal di Jatim, Ini Harganya )
Dia menambahkan, ada sejumlah tantangan lain yang dihadapi PHR dalam mengelola blok ini. Salah satunya, pandemi COVID-19. Pandemi ini berdampak cukup besar terhadap perekonomian, termasuk industri minyak.
"Tantangan ini bisa dijawab dengan kekompakan seluruh personel PHR. Kami sedang membangun rumah baru. Semua harus kompak. Apalagi produksi ditargetkan mencapai 300.000 barel per hari. Dan kami siap memperkuat industri minyak nasional," imbuhnya.
Lihat Juga :