Partisipasi Pemilih di Pangkep Tertinggi, Makassar Terendah
Senin, 21 Desember 2020 - 13:01 WIB
loading...
A
A
A
Komisioner KPU Kepulauan Selayar Andi Dewantara membeberkan alasan partisipasi pemilih tak mencapai 100%. Kata dia, banyak faktor yang mempengaruhinya.
"Sosialiasi yang kami lakukan yang harusnya secara masif, mengalami hambatan karena pengurangan program. Ini dampak dari Covid-19, sehingga kalau dari sisi program kerja, memang tidak mendukung," pungkasnya.
Baca Juga: Pilwalkot Makassar, Habis Kotak Kosong Sekarang Mantan Wali Kota yang Unggul
Dewantara menuturkan, gerakan pengumpulan massa yang kerap dilakukan di pilkada sebelumnya juga sudah dihapuskan dalam PKPU, seperti pelaksanaan gerak jalan santai, yang dianggap bisa menjadi daya tarik pemilih.
"Kami juga melihat, banyaknya mahasiswa Selayar yang tidak kembali dari Makassar, khususnya pemilih pemula yang masuk dalam DPT. Mereka menempuh pendidikan di Makassar, tapi di hari H mereka tidak kembali untuk memilih," jelasnya.
Adapun Makassar menjadi daerah yang partisipasi pemilihnya paling rendah, angkanya mencapai 59,66 persen saja.
Ketua KPU Makassar Farid Wadji mengungkapkan, angka tersebut sudah sangat luar biasa, sebab naik 0,7% dari Pilwalkot 2018 lalu.
"Sosialiasi yang kami lakukan yang harusnya secara masif, mengalami hambatan karena pengurangan program. Ini dampak dari Covid-19, sehingga kalau dari sisi program kerja, memang tidak mendukung," pungkasnya.
Baca Juga: Pilwalkot Makassar, Habis Kotak Kosong Sekarang Mantan Wali Kota yang Unggul
Dewantara menuturkan, gerakan pengumpulan massa yang kerap dilakukan di pilkada sebelumnya juga sudah dihapuskan dalam PKPU, seperti pelaksanaan gerak jalan santai, yang dianggap bisa menjadi daya tarik pemilih.
"Kami juga melihat, banyaknya mahasiswa Selayar yang tidak kembali dari Makassar, khususnya pemilih pemula yang masuk dalam DPT. Mereka menempuh pendidikan di Makassar, tapi di hari H mereka tidak kembali untuk memilih," jelasnya.
Adapun Makassar menjadi daerah yang partisipasi pemilihnya paling rendah, angkanya mencapai 59,66 persen saja.
Ketua KPU Makassar Farid Wadji mengungkapkan, angka tersebut sudah sangat luar biasa, sebab naik 0,7% dari Pilwalkot 2018 lalu.
Lihat Juga :