Kasus Positif COVID-19 Naik, Sekolah Tatap Muka Diminta Ditunda

Senin, 21 Desember 2020 - 08:25 WIB
loading...
Kasus Positif COVID-19...
Seorang guru memberikan hand zanitizer kepada siswa yang hendak mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Foto: SINDOnews
A A A
MAKASSAR - Kasus Covid-19 yang melonjak sepekan terakhir perlu diwaspadai. Sejumlah aktifitas perlu dibatasi, salah satunya wacana sekolah tatap muka yang perlu ditangguhkan.

Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar , Abdul Wahab Tahir mengatakan, naiknya kasus positif Covid-19 belakangan ini menjadi warning bagi pemerintah daerah untuk menangguhkan sementara rencana sekolah tatap muka .

Pembukaan sekolah tatap muka ramai dibicarakan setelah provinsi mulai menggelar kembali belajar secara luring di tingkat SMA dalam sebulan terakhir. Sementara daerah diwacanakan akan mengikut pada tahun 2021 mendatang.

Hanya saja, daerah dianggap memiliki kondisi yang berbeda, terlebih peningkatan kasus sepekan terakhir tidak boleh dianggap remeh.

"Dengan kondisi demikian, sebaiknya memang ditunda dulu semua sekolah offline, menunggu wabah Covid-19 ini mereda," tukas Wahab (20/12/2020).

Baca Juga: Forum Guru Tolak Sekolah Tatap Muka Digelar Awal Januari, Ini Alasannya

Dia melanjutkan, tak ada salahnya menggelar sekolah daring ketimbang harus mempertaruhkan kesehatan anak-anak.

Wahab mengakui, sistem daring saat ini masih memiliki sejumlah kekurangan. Tapi kedepannya hal ini bisa dibenahi oleh pemerintah kota apalagi melihat prospek sistem daring merupakan arah model pembelajaran moderen.

"Karena kasus ini juga nda boleh dianggap remeh, rencana sekolah offline 2021 itu harus benar-benar aman, nah kalau ada naik kasus seperti ini," kata Legislator Golkar ini.

Senada, Ketua Ikatan Doketer Indonesia (IDI) Makassar Siswanto Wahab, juga pesimis pembukaan sekolah tatap muka dapat digelar melihat tren peningkatan kasus belakangan ini.

Apalagi masih ada gelombang event, semisal Pilkada dan yang akan datang Nataru. Menurutnya, pemerintah hanya akan membuka kluster baru dengan pembukaan sekolah tatap muka di tengah kondisi saat ini.

Baca Juga: Januari 2021 Sekolah Tatap Muka Dimulai, Forum Guru: Kesehatan Lebih Penting

"Ini pemerintah ada rencana buka di 2021, sekarang saya tanya siapa yang bertanggu jawab kalau ada apa-apa anak-anak, ini justru buka kluster baru, saya katakan kembali IDI menghimbau keras untuk menolak pembukaan sekolah itu," kata Siswanto (18/12/2020).

Dia menegaskan bahwa hak pertama anak-anak adalah untuk hidup, kedua sehat dan ketiga pendidikan. Hal ini menurutnya tidak boleh dibolak balik. Siswanto mengatakan, anak-anak cenderung memiliki tingkat kesembuhan yang sulit saat terlanjur terkena dibanding orang dewasa sehingga hal ini patut jadi pertimbangan utama.

"Angkat tangan memang mako yang bilang anak-anak ini harus sekolah, saya sudah beberapa kali himbau bahwa pemerintah jangan buka kluster baru," kata Siswanto lagi.

Baca Juga: Daerah Tunda Sekolah Tatap Muka
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sekolah Jam 5 Pagi,...
Sekolah Jam 5 Pagi, Banyak Siswa di Kupang Datang Terlambat
Surabaya Buka PTM 100...
Surabaya Buka PTM 100 persen, Siswa Wajib Kantongi Izin Orangtua
Tips Mendampingi Tumbuh...
Tips Mendampingi Tumbuh Kembang Anak Selama Pembelajaran Daring
Gegara Orang Tua Siswa...
Gegara Orang Tua Siswa Positif COVID-19, PTM di SMAN 1 Lembang Dihentikan
Pelajar dan Guru Positif...
Pelajar dan Guru Positif Covid-19, Lima Sekolah di Bandung Ditutup 15 Hari
Penuhi Syarat, Kobar...
Penuhi Syarat, Kobar Bisa Mulai Terapkan Sekolah Tatap Muka 100 Persen
Sekolah Terdampak Bencana...
Sekolah Terdampak Bencana Siap Aktifkan Kembali Pembelajaran Tatap Muka
Sosiolog Unair Sebut...
Sosiolog Unair Sebut Sekolah Masuk Jam 5 Pagi di NTT Timbulkan Kekerasan Simbolik
Dokter Sarankan Anak...
Dokter Sarankan Anak Belajar di Kelas dengan Jendela Terbuka, Cegah Penularan Covid-19 Selama PTM
Rekomendasi
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
Covid-19 Varian EG.5...
Covid-19 Varian EG.5 di Singapura Sudah Menyebar ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved