Ketua TP PKK Sumut Kagumi Kampung Literasi di Desa Kolam
Sabtu, 19 Desember 2020 - 11:05 WIB
loading...
Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis mengunjungi Padepokan Iqro di Desa Kolam, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Jumat (18/12/2020). (Foto: SINDONews/Ist)
A
A
A
DELISERDANG - Ketua TP PKK Sumatera Utara , Nawal Lubis meras kagum melihat kreativitas masyarakat dalam mencerdaskan generasi bangsa, khususnya membangun sarana pendidikan informal. Hal ini disampaikan Nawal disela kunjungannya ke Rumah Baca Padepokan Iqro di kampung literasi Desa Kolam, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang. BACA JUGA: Asuh Anak dengan Kasih Sayang, Bekerja dengan Hati Senang
“Kahadiran kami ingin mempererat silaturahmi dengan penggiat literasi . Ini sangat inspiratif (rumah baca), saya senang. Kita berharap semua desa bisa seperti di sini, memiliki taman baca masyarakat (TBM), agar literasi di desa bisa berkembang dengan baik,” kata Nawal didampingi Ketua TP PKK Deliserdang, Yunita Ashari Tambunan yang disambunt Pengelola Padepokan Iqro, Ismail dan Kades Jupri Purwanto, Jumat (19/12/2020).
Nawal bangga dengan capaian yang diraih Rumah Baca Padepokan Iqro, baik dalam bentuk penghargaan dari berbagai pihak hingga manfaat yang dirasakan masyarakat dalam mengembangkan SDM, terutama generasi muda.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsif Sumut , Halen Purba sekaligus mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang ikut serta memajukan literasi, terutama di kawasan pedesaan. BACA JUGA : Satgas COVID-19 Kota Medan Razia Prokes di Pusat Keramaian
Halen menyebutkan bahwa ada empat tingkatan terkait literasi, yakni pertama adalah bahan bacaan yang ada. Kemudian setelah membaca, masyarakat mampu memahami apa yang tersirat di dalamnya. Ketiga, dari pemaknaan itu lahir ide dan gagasan baru.
“Keempat, ini yang saya lihat ada di Rumah Baca Padepokan Iqro ini. Yaitu berhasil menciptakan barang dan jasa yang baru dan bernilai. Karena itu, kita harus cerdas. Untuk cerdas, kita harus membaca. Untuk membaca, kita harus punya perpustakan,” pungkas Halen.
Sementara pengelola rumah baca Padepokan Iqro, Ismail mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ketua TP PKK Sumut yang juga Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Sumut. Atas dukungan masyarakat, rumah baca yang berdiri sejak tahun 2018 terus berjalan dan akan membangun gedung baru serta penerapan teknologi literasi masa depan. BACA JUGA: Teknologi Jadi Kunci Bagi Perempuan Modern
“Saat ini ada 3.000 eksemplar buku di perpustakaan mini ini. Kita juga sedang mengembangkan pola komputerisasi hingga rencana 2021 membangun ruangan Pengembangan Karakter, Kepemimpinan dan Kecakapan Hidup. Kita akan lakukan peletakan batu pertama di lokasi lahan yang masih ada. Soal dananya, kita yakin akan banyak yang membantu,” jelas Ismail.
Selain itu, katanya, Padepokan Iqro ini juga akan membuat perpustakaan ini bisa terhubung dengan universitas seperti Universitas Sumatera Utara (USU), sehingga kampus bisa mengetahui apa saja koleksi buku yang kita miliki di sini. Hal ini dalam upaya mempertahankan nama kampung literasi yang dinobatkan untuk Desa Kolam oleh Pemerintah Kabupaten Deliserdang. BACA JUGA: Kasus Habib Rizieq Diambil Alih Bareskrim Polri, Munarman Bilang Begini
“Kahadiran kami ingin mempererat silaturahmi dengan penggiat literasi . Ini sangat inspiratif (rumah baca), saya senang. Kita berharap semua desa bisa seperti di sini, memiliki taman baca masyarakat (TBM), agar literasi di desa bisa berkembang dengan baik,” kata Nawal didampingi Ketua TP PKK Deliserdang, Yunita Ashari Tambunan yang disambunt Pengelola Padepokan Iqro, Ismail dan Kades Jupri Purwanto, Jumat (19/12/2020).
Nawal bangga dengan capaian yang diraih Rumah Baca Padepokan Iqro, baik dalam bentuk penghargaan dari berbagai pihak hingga manfaat yang dirasakan masyarakat dalam mengembangkan SDM, terutama generasi muda.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsif Sumut , Halen Purba sekaligus mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang ikut serta memajukan literasi, terutama di kawasan pedesaan. BACA JUGA : Satgas COVID-19 Kota Medan Razia Prokes di Pusat Keramaian
Halen menyebutkan bahwa ada empat tingkatan terkait literasi, yakni pertama adalah bahan bacaan yang ada. Kemudian setelah membaca, masyarakat mampu memahami apa yang tersirat di dalamnya. Ketiga, dari pemaknaan itu lahir ide dan gagasan baru.
“Keempat, ini yang saya lihat ada di Rumah Baca Padepokan Iqro ini. Yaitu berhasil menciptakan barang dan jasa yang baru dan bernilai. Karena itu, kita harus cerdas. Untuk cerdas, kita harus membaca. Untuk membaca, kita harus punya perpustakan,” pungkas Halen.
Sementara pengelola rumah baca Padepokan Iqro, Ismail mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ketua TP PKK Sumut yang juga Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Sumut. Atas dukungan masyarakat, rumah baca yang berdiri sejak tahun 2018 terus berjalan dan akan membangun gedung baru serta penerapan teknologi literasi masa depan. BACA JUGA: Teknologi Jadi Kunci Bagi Perempuan Modern
“Saat ini ada 3.000 eksemplar buku di perpustakaan mini ini. Kita juga sedang mengembangkan pola komputerisasi hingga rencana 2021 membangun ruangan Pengembangan Karakter, Kepemimpinan dan Kecakapan Hidup. Kita akan lakukan peletakan batu pertama di lokasi lahan yang masih ada. Soal dananya, kita yakin akan banyak yang membantu,” jelas Ismail.
Selain itu, katanya, Padepokan Iqro ini juga akan membuat perpustakaan ini bisa terhubung dengan universitas seperti Universitas Sumatera Utara (USU), sehingga kampus bisa mengetahui apa saja koleksi buku yang kita miliki di sini. Hal ini dalam upaya mempertahankan nama kampung literasi yang dinobatkan untuk Desa Kolam oleh Pemerintah Kabupaten Deliserdang. BACA JUGA: Kasus Habib Rizieq Diambil Alih Bareskrim Polri, Munarman Bilang Begini
(zai)
Lihat Juga :