Hadapi Tantangan Pandemi COVID-19, Disdikbudpora Semarang Terapkan Tiga Metode Pembelajaran
Jum'at, 18 Desember 2020 - 14:54 WIB
loading...
Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo. Foto/Ist
A
A
A
SEMARANG - Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang menerapkan tiga metode pembelajaran di sekolah, yakni pembelajaran tatap muka (PTM), luar jaringan (Luring) dan dalam jaringan (Daring) saat pandemi COVID-19.
Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo mengatakan, tantangan dunia pendidikan tidak hanya dihadapi oleh guru dan murid. Orang tua atau wali murid juga merasakannya.
Adanya larangan berkerumun, memaksa aktivitas belajar mengajar semula dilakukan secara tatap muka (PTM) dialihkan ke metode lain, diantaranya daring.
"Untuk mengatasi beragam tantangan itu, metode pembelajaran kemudian terpaksa dilakukan dengan tiga pola meliputi pembelajaran luring, daring dan PTM," katanya, Jumat (18/12/2020).
Dia menyatakan, pandemi COVID-19 membuat tugas guru semakin berat. Terlebih bagi mereka yang mengajar pada sekolah di daerah blank spot.
Di sekolah pembelajaran daring sulit dilakukan sehingga pembelajaran dilakukan dengan metode guru berkunjung ke rumah siswa.
Menurutnya, setidaknya ada 25 sekolah yang daerahnya blank spot. Puluhan sekolah itu tersebar di Kecamatan Ungaran Barat, Pringapus, Banyubiru, Bringin, dan Kaliwungu.
Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo mengatakan, tantangan dunia pendidikan tidak hanya dihadapi oleh guru dan murid. Orang tua atau wali murid juga merasakannya.
Adanya larangan berkerumun, memaksa aktivitas belajar mengajar semula dilakukan secara tatap muka (PTM) dialihkan ke metode lain, diantaranya daring.
"Untuk mengatasi beragam tantangan itu, metode pembelajaran kemudian terpaksa dilakukan dengan tiga pola meliputi pembelajaran luring, daring dan PTM," katanya, Jumat (18/12/2020).
Dia menyatakan, pandemi COVID-19 membuat tugas guru semakin berat. Terlebih bagi mereka yang mengajar pada sekolah di daerah blank spot.
Di sekolah pembelajaran daring sulit dilakukan sehingga pembelajaran dilakukan dengan metode guru berkunjung ke rumah siswa.
Menurutnya, setidaknya ada 25 sekolah yang daerahnya blank spot. Puluhan sekolah itu tersebar di Kecamatan Ungaran Barat, Pringapus, Banyubiru, Bringin, dan Kaliwungu.
Lihat Juga :