Sinergi Pentahelix Hulu Hilir untuk Bangun Kemandirian Pangan Nasional

Jum'at, 18 Desember 2020 - 09:00 WIB
loading...
A A A
Karena, kata dia, semangat membangun pertanian akan terus berjalan melahirkan solusi inovatif, lantaran kehadirannya untuk memenuhi kebutuhan hidup orang banyak. Sinergi pentahelix pertanian melahirkan perencanaan pangan , disusun dan dirumuskan secara komprehensif.

"Kalau kita bicara pembangunan pangan , berarti bicara mulai dari hulu hingga hilir, produksi hingga konsumsi. Jadi keliru sekali bila pembangunan pertanian hanya meningkatkan produksi. Justru setelah produksi meningkat, harus dipikirkan bagaimana barang didistribusikan, harga terjangkau oleh masyarakat, dan suplai aman," kata Entang.

(Baca juga: Saling Ejek, Dua Kelompok Remaja di Medan Saling Lempar Batu di Tengah Kota )

Menurut dia, konsep pengembangan pangan , tidak bisa dilepaskan dari ketahanan dan kemandirian pangan . Sehingga persoalan pangan ini menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah pusat dan daerah, serta pihak yang tergabung dalam lingkaran pentahelix. Artinya mesti ada sinergitas dan kolaborasi antara masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, media massa, dan pemerintahan.

Tanpa ada sinergi pentahelix, kata Entang, solusi pertanian yang telah dibangun bisa gagal. Dia menganalogikan, harga komoditi akan turun saat panen raya, akibat suplai melimpah. Artinya, ada persoalan pada produksi yang melibatkan petani dan penggunaan teknologinya. Begitupun distribusi oleh pengusaha serta miss informasi media massa yang membuat harga pangan bergejolak. Semantara pemerintah tak bisa berbuat banyak.

Menurut Entang, jika masing-masing institusi pentahelix berperan, memiliki komitmen sama terhadap persoalan pangan , dia yakin Indonesia bakal berdaulat secara pangan . Misalnya di hulu, tidak memandang peningkatan produksi adalah tanggung jawab petani. Tetapi perlu campur tangan pemerintah dan dunia pendidikan melalui inovasi teknologi dan rekayasa pertanian.

"Solusi kedua adalah harus dijaga stabilisasi harga pangan . Petani akan senang, jika harga bisa dijaga atau dijamin oleh pemerintah. Bahwa harga di sektor pertanian tidak akan dipermainkan oleh para pemain pasar (pengusaha). Jangan sampai saat panen, harga hancur. Kan petani kecewa," beber Entang.

(Baca juga: Buka Melebihi Batas Waktu, Empat Minimarket di Kota Bandung Disegel )

Media massa juga berperan penting. Informasi hasil panen yang melimpah dan cenderung berlebih, justru akan membuat sentimen negatif terhadap harga. Begitupun sebaliknya, saat kemarau media massa memainkan framing kelangkaan pangan . Kondisi ini menyebabkan terjadinya inflasi akibat terjadi kenaikan harga di tingkat konsumen.

Terakhir, kata Entang, harus ada jaminan negara terhadap sektor pertanian. Bila produksi meningkat dan harga pangan stabil, negara harus berkomitmen memberi kesejahteraan bagi petani. Jangan sampai petani hanya jadi obyek untuk meningkatkan produksi dan penjamin ketersediaan pangan .

Komitmen menjaga pangan nasional, juga diutarakan Gubernur Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil. Dia menginisiasi program Petani Milenial, melibatkan elemen pentahelix, sebagai salah satu solusi menghadapi krisis pangan. Program ini mengintegrasikan semua elemen dari hulu hingga hilir. Membidik milenial mengolah lahan kosong menjadi produktif.

(Baca juga: Hujan Deras Selama 3 Jam Guyur Cirebon, Ratusan Rumah di Dua Kecamatan Terendam Banjir )

Rencananya, puluhan ribu hektare lahan akan dipinjamkan kepada milenial, dengan konsep satu milenial satu hektare lahan. Salah satu syaratnya, petani milenial harus menguasai teknologi untuk menghubungkan petani dengan off taker.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
Gelar Rakernas di Yogyakarta,...
Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
Pembudidaya Ikan Bioflok...
Pembudidaya Ikan Bioflok Karawang Sukses Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Rekomendasi
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Berita Terkini
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved