Bahlil Optimistis Bandara Kediri Tumbuhkan Ekonomi
Kamis, 16 April 2020 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
Terkait dengan pembanguann bandara yang akan dilengkapi landas pacu sepanjang 3.300 meter dan dapat melayani pesawat badan lebar kelas 4E untuk rute penerbangan domestik dan internasional ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai bahwa pembangunan bandara ini merupakan wujud kesetaraan perlakuan dan pensetaraan kemajuan bagi masyarakat di Jawa Timur bagian selatan.
"Dengan pembangunan bandara ini, akan membuka akses transportasi dan konektivitas titik-titik di sektor agro dan maritim. Proses ini akan seiring dengan proyek strategi nasional di selingkar Wilis dan jalur lintas selatan,” ungkap Khofifah.
Sementara itu, Direktur PT Gudang Garam TB, Istata Siddharta mengatakan bahwa bandara ini bisa meningkatkan konektivitas di selatan Jawa Timur. Dan dengan pembangunan ini maka diharapkan daerah sekitar menjadi pusat keekonomian baru dimana ada industri, kuliner, dan pariwisata. "Karena itu kamin komitmen melaksanakan pembangunan Bandara Internasional Dhoho di Kediri, Jawa Timur," ungkapnya.
Dia mengatakan, eskipun saat ini Indonesia secara bersama-sama sedang menghadapi COVID-19, namun Indonesia tak boleh terpaku. Sehingga ketika COVID-19 telah berlalu, ekonomi juga kita siapkan. "Ekonomi juga harus tetap jalan sehingga masyarakat bisa makan. Dan saya yakin ini akan mempercepat ekonomi di selatan Jawa Timur dan Jawa Tengah," jelasnya.
Istata menjelaskan bahwa total investasi mencapai Rp9 triliun pada tahap 1 pembangunan. Bandara ini juga disiapkan melayani penerbangan internasional untuk keperluan ibadah haji dan umroh, hingga memudahkan keberangkatan jamaah haji dari beberapa daerah di wilayah Mataraman. Selain itu juga memudahkan perjalanan tenaga kerja migran di luar negeri yang berasal dari daerah sekitar bandara.
"Dengan pembangunan bandara ini, akan membuka akses transportasi dan konektivitas titik-titik di sektor agro dan maritim. Proses ini akan seiring dengan proyek strategi nasional di selingkar Wilis dan jalur lintas selatan,” ungkap Khofifah.
Sementara itu, Direktur PT Gudang Garam TB, Istata Siddharta mengatakan bahwa bandara ini bisa meningkatkan konektivitas di selatan Jawa Timur. Dan dengan pembangunan ini maka diharapkan daerah sekitar menjadi pusat keekonomian baru dimana ada industri, kuliner, dan pariwisata. "Karena itu kamin komitmen melaksanakan pembangunan Bandara Internasional Dhoho di Kediri, Jawa Timur," ungkapnya.
Dia mengatakan, eskipun saat ini Indonesia secara bersama-sama sedang menghadapi COVID-19, namun Indonesia tak boleh terpaku. Sehingga ketika COVID-19 telah berlalu, ekonomi juga kita siapkan. "Ekonomi juga harus tetap jalan sehingga masyarakat bisa makan. Dan saya yakin ini akan mempercepat ekonomi di selatan Jawa Timur dan Jawa Tengah," jelasnya.
Istata menjelaskan bahwa total investasi mencapai Rp9 triliun pada tahap 1 pembangunan. Bandara ini juga disiapkan melayani penerbangan internasional untuk keperluan ibadah haji dan umroh, hingga memudahkan keberangkatan jamaah haji dari beberapa daerah di wilayah Mataraman. Selain itu juga memudahkan perjalanan tenaga kerja migran di luar negeri yang berasal dari daerah sekitar bandara.
(shf)
Lihat Juga :