Hanya Menangkan Satu Kader, PKB Dinilai Gagal Orbitkan Kader Potensialnya
Senin, 14 Desember 2020 - 13:35 WIB
loading...
A
A
A
"Belum ada sikap, kita tunggu KPU, Karena Gresik masih tarik menarik. Jadi belum bisa mengatakan ini memang, ini kalah," kata Musyafak.
Pemerhati politik dari Indo Publika, Asep Irama, menilai, kekalahan PKB pada Pilkada 2020 kali ini menunjukkan semakin dinamisnya preferensi pemilih dalam kontestasi politik. Menurut dia, pemilih tidak hanya menjadikan sentimen ideologis-religius sebagai faktor paling dominan dalam menentukan pilihan.
(Baca juga: Ini Harapan Kadin Jatim kepada Kepala Daerah Terpilih )
"Persepsi bahwa PKB sebagai representasi atau saluran politik praktis kalangan Nahdliyin mulai tidak berlaku. Masyarakat Jawa Timur mulai menyadari bahwa banyak politisi potensial yang berasal dari nahdliyin justru bergabung dengan partai lain selain PKB," kata Asep.
Direktur Eksekutif, Indo Publika ini menambahkan, selain lemahnya kaderisasi di internal PKB menjadi faktor paling dominan dalam kekalahan Pilkada kali ini, partai tersebut gagal mengorbitkan kader-kader potensialnya.
Pemerhati politik dari Indo Publika, Asep Irama, menilai, kekalahan PKB pada Pilkada 2020 kali ini menunjukkan semakin dinamisnya preferensi pemilih dalam kontestasi politik. Menurut dia, pemilih tidak hanya menjadikan sentimen ideologis-religius sebagai faktor paling dominan dalam menentukan pilihan.
(Baca juga: Ini Harapan Kadin Jatim kepada Kepala Daerah Terpilih )
"Persepsi bahwa PKB sebagai representasi atau saluran politik praktis kalangan Nahdliyin mulai tidak berlaku. Masyarakat Jawa Timur mulai menyadari bahwa banyak politisi potensial yang berasal dari nahdliyin justru bergabung dengan partai lain selain PKB," kata Asep.
Direktur Eksekutif, Indo Publika ini menambahkan, selain lemahnya kaderisasi di internal PKB menjadi faktor paling dominan dalam kekalahan Pilkada kali ini, partai tersebut gagal mengorbitkan kader-kader potensialnya.
Lihat Juga :